
Bali,
4
Desember
2024
Pertemuan
Board
GAVI
yang
diselenggarakan
di
Bali
sejak
Senin
(2/12),
memasuki
tahap
Board
Member
Meeting
hari
ini,
Rabu
(4/12).
Dalam
pertemuan
ini,
dibahas
kebijakan-kebijakan
baru
yakni
GAVI
6.0.
Kebijakan
GAVI
6.0
akan
lanjut
dibahas
pada
Board
Member
Meeting
hari
kedua,
Kamis
(5/12).
Direktur
Pengelolaan
Imunisasi
Kementerian
Kesehatan
RI
dr.
Prima
Yosephine
mengatakan
kebijakan
6,0
mencakup
pembahasan
tentang
Eltraco
(eligibility,
transition,
dan
co-financing)
serta
catalytic
phase
yang
menjadi
fokus
utama.
“Indonesia,
yang
telah
lulus
dari
GAVI
Member,
tetap
berharap
mendapat
dukungan
lebih
lanjut
dari
GAVI.
Meskipun
telah
mencapai
status
graduation,”
ujar
dr.
Prima
usai
Board
Member
Meeting
hari
pertama
di
Bali.
Indonesia
dan
negara-negara
lain
yang
berada
dalam
posisi
serupa
masih
membutuhkan
bantuan
untuk
memastikan
akses
terhadap
vaksin
dan
fasilitas
kesehatan
yang
lebih
baik,
terutama
bagi
Indonesia
terkait
vaksin
baru
yang
akan
diluncurkan
pada
tahun-tahun
mendatang.
GAVI
adalah
aliansi
global
yang
meningkatkan
akses
vaksin
di
negara
berkembang
untuk
melindungi
anak-anak
dari
penyakit
yang
dapat
dicegah.
GAVI
mendukung
pengadaan
vaksin
terjangkau,
memperkuat
sistem
imunisasi,
dan
bekerja
sama
dengan
mitra
global
untuk
memperluas
cakupan
vaksinasi
secara
berkelanjutan.
“Indonesia
telah
menerima
dukungan
dari
GAVI
selama
lebih
dari
20
tahun,
yang
berkontribusi
besar
terhadap
peningkatan
capaian
imunisasi
dan
percepatan
vaksinasi
baru,”
ungkap
dr.
Prima.
Dalam
Board
Member
Meeting
hari
ini,
lanjutnya,
Menteri
Kesehatan
RI
Budi
Gunadi
Sadikin
menegaskan
kemajuan
signifikan
dalam
program
imunisasi
Indonesia
yang
didorong
oleh
bantuan
GAVI.
Para
delegasi
dari
negara-negara
lain
juga
mengakui
keberhasilan
Indonesia
dalam
meningkatkan
angka
imunisasi.
“Pertemuan
ini
diharapkan
dapat
menghasilkan
keputusan
penting
terkait
kebijakan
GAVI
yang
akan
diterapkan,
dengan
harapan
dapat
melanjutkan
dukungan
terhadap
Indonesia
dan
negara-negara
lain
yang
membutuhkan
akses
lebih
lanjut
ke
vaksin
dan
fasilitas
kesehatan,”
tutur
dr.
Prima.
Berita
ini
disiarkan
oleh
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik,
Kementerian
Kesehatan
RI.
Untuk
informasi
lebih
lanjut
dapat
menghubungi
nomor
hotline
Halo
Kemenkes
melalui
nomor
hotline
1500-567,
SMS
081281562620
dan
alamat
email
kontak@kemkes.go.id.
(D2)
Kepala
Biro
Komunikasi
dan
Pelayanan
Publik
Aji
Muhawarman,
ST,
MKM