
Jakarta
(ANTARA)
–
Emas
batangan
menjadi
pilihan
investasi
yang
populer
karena
harganya
yang
relatif
stabil.
Namun,
penting
untuk
memverifikasi
keaslian
emas
batangan
guna
memastikan
bahwa
logam
mulia
yang
dimiliki
benar-benar
asli.
Pengecekan
keaslian
ini
sangat
diperlukan
untuk
menghindari
kerugian
akibat
tindakan
penipuan.
Pasalnya,
beredar
banyak
emas
palsu
beredar
yang
sulit
dibedakan
dengan
mata
telanjang.
Untuk
memastikan
keaslian
emas
batangan,
pembeli
atau
investor
dapat
memeriksa
sertifikat
yang
dikeluarkan
oleh
lembaga
resmi,
seperti
LBMA
(London
Bullion
Market
Association),
yang
menjamin
kualitas
dan
keaslian
produk.
Sertifikat
emas
batangan
biasanya
mencantumkan
informasi
penting
seperti
berat,
kadar,
dan
sumber
emas
tersebut,
yang
dikeluarkan
oleh
lembaga
terpercaya
seperti
logam
mulia
atau
pihak
ketiga
yang
diakui.
Sertifikat
ini
menjadi
acuan
utama
untuk
memastikan
keaslian
emas
yang
dibeli.
Selain
sertifikat,
tes
fisik
juga
dapat
dilakukan
untuk
mengecek
keaslian
emas
batangan.
Metode
seperti
uji
magnetik,
di
mana
emas
asli
tidak
akan
menempel
pada
magnet,
atau
tes
berat
untuk
memastikan
kepadatan
logam
juga
cukup
efektif.
Kedua
cara
ini
dapat
membantu
pembeli
memastikan
bahwa
emas
yang
dibeli
benar-benar
murni
dan
tidak
tercampur
logam
lain.
Bagi
pemula,
membedakan
emas
asli
dan
palsu
bisa
menjadi
hal
yang
cukup
sulit.
Artikel
ini
akan
membahas
cara
mudah
untuk
memeriksa
keaslian
emas
batangan,
dengan
tujuan
melindungi
Anda
dari
potensi
penipuan.
Berikut
ini
merupakan
ulasan
lengkap
yang
dirangkum
dari
berbagai
sumber.
Cara
mudah
cek
keaslian
Emas
Batangan
1.
Periksa
warna
emas
Emas
asli
memiliki
warna
yang
cerah
dan
tidak
mudah
pudar.
Jika
warna
emas
tampak
kusam
atau
cepat
memudar,
kemungkinan
besar
emas
tersebut
palsu.
2.
Periksa
nota
pembelian
Setiap
emas
batangan
dilengkapi
dengan
nota
pembelian
yang
berfungsi
sebagai
dokumen
resmi
untuk
memastikan
keaslian
dan
legalitasnya.
Tanpa
nota,
keaslian
emas
bisa
diragukan.
Pastikan
Anda
selalu
meminta
nota
pembelian
setelah
membeli
emas
di
toko.
3.
Pindai
barcode
Banyak
kemasan
emas
batangan
kini
dilengkapi
dengan
barcode
yang
dapat
dipindai
untuk
mengakses
informasi
mengenai
emas
tersebut.
4.
Periksa
kemasan
Kemasan
emas
batangan
biasanya
kuat
dan
kokoh
karena
berfungsi
untuk
melindungi
emas
yang
sangat
berharga.
Pastikan
kemasan
tertutup
rapat
dan
dalam
kondisi
baik.
Jika
kemasan
rusak,
segera
minta
penggantian
dengan
emas
batangan
lain
di
toko.
5.
Gigit
emas
Jika
Anda
membeli
emas
tanpa
kemasan
CertiCard
atau
produk
retro,
Anda
dapat
menggigit
sedikit
bagian
emas
tersebut.
Emas
murni
yang
lunak
akan
meninggalkan
bekas
gigitan,
menandakan
kadar
kemurnian
999.9
persen.
6.
Gosok
emas
Cobalah
menggosok
emas
dengan
kain
atau
tangan.
Emas
asli
tidak
akan
berubah
warna,
sementara
logam
lapis
emas
cenderung
memudar
atau
mengubah
warna
saat
digosok.
7.
Cium
bau
emas
Emas
asli
tidak
memiliki
bau,
berbeda
dengan
logam
mulia
lainnya
seperti
besi
atau
tembaga
yang
biasanya
mengeluarkan
aroma
khas.
Dengan
melakukan
beberapa
langkah
di
atas,
seperti
melakukan
tes
magnet,
memeriksa
berat
emas,
uji
asam,
memastikan
adanya
sertifikat
keaslian,
dan
tes
ujian
lainnya,
Anda
dapat
meminimalisir
risiko
membeli
emas
batangan
palsu
dan
memastikan
bahwa
investasi
yang
Anda
lakukan
aman.
Baca
juga:
Cara
mudah
membeli
emas
batangan
Antam
di
laman
Logam
Mulia
Baca
juga:
Emas
Antam
30
November
naik
Rp6.000
ke
angka
Rp1,514
juta
per
gram
Baca
juga:
Jenis-jenis
emas
batangan
yang
cocok
untuk
investasi
Pewarta:
M.
Hilal
Eka
Saputra
Harahap
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2024