
Jakarta
(ANTARA)
–
Presiden
Prabowo
Subianto
telah
melantik
seluruh
menteri
dan
wakil
menteri
Kabinet
Merah
Putih
yang
akan
membantunya
dalam
kepemerintahan
lima
tahun
ke
depan.
Diketahui,
dari
banyak
nama
tersebut,
beberapa
diantara-nya
memiliki
latar
belakang
militer
dan
berasal
dari
Akademi
Militer
atau
Akmil.
Siapa
saja
nama
tersebut?
simak
daftar-nya
di
bawah
ini.
1.
Agus
Harimurti
Yudhoyono
–
Menteri
Koordinator
Infrastruktur
dan
Pembangunan
Kewilayahan.
Putra
pertama
Presiden
RI
ke-6,
Susilo
Bambang
Yudhoyono
ini
merupakan
lulusan
Akademi
Militer
tahun
2000,
dirinya
bahkan
mendapatkan
gelar
lulusan
terbaik
dan
meraih
penghargaan
Adhi
Makayasa
serta
Pedang
Trisakti
Wiratama.Terbaru,
AHY
berhasil
meraih
gelar
Doktoral
dari
Universitas
Airlangga.
Perjalanan
karier
AHY
sejak
lulus
dari
Akmil
menempati
posisi-posisi
penting,
mulai
dari
Komandan
Peleton
di
Batalyon
Infanteri
Lintas
Udara
305/Tengkorak
dalam
Operasi
Pemulihan
Keamanan
di
Aceh
hingga
ditugaskan
sebagai
Komandan
Batalyon
Infanteri
Mekanis
203
Arya
Kemuning.
Danyon
adalah
jabatan
terakhir
dari
perwira
dari
korps
infanteri
ini,
dengan
pangkat
terakhir
mayor.
Selepas
dari
karier
militer
karena
pensiun
dini,
AHY
kemudian
masuk
ke
dunia
politik
ketika
didaulat
untuk
menjadi
Calon
Gubernur
DKI
Jakarta
pada
Pemilihan
Umum
Gubernur
DKI
Jakarta
pada
2017.
Setelah
itu
AHY
terpilih
menjadi
Ketua
Umum
Partai
Demokrat
periode
2020-2025.
AHY
juga
mendirikan
The
Yudhoyono
Institute
2.
Sjafrie
Sjamsoeddin
–
Menteri
Pertahanan
Tumbuh
dalam
lingkungan
keluarga
militer,
membuat
Sjafrie
turut
mengikuti
jejak
keluarganya.
Ia
masuk
ke
Akmil
dan
lulus
tahun
1974.
Karier
militernya
diawali
dengan
jabatan
sebagai
Komandan
Peleton
(Danton)
di
Grup
I
Komando
Pasukan
Khusus
(Kopassus)
pada
tahun
1975
hingga
1977.
Dari
sana,
kariernya
terus
berkembang
pesat,
termasuk
menjadi
Komandan
Kompi
(Danki)
II
Grup
I
Kopassus
pada
1977-1980
dan
Perwira
Intelijen
di
Grup
I
pada
1980-1981.
Kepercayaan
atas
kemampuannya
semakin
kuat
ketika
ia
ditunjuk
sebagai
Wakil
Asisten
Operasi
Komandan
Kopassus
pada
1991-1993.
3.
Sugiono
–
Menteri
Luar
Negeri
Sugiono
yang
lahir
di
Takengon,
Aceh,
pada
11
Februari
1979
ini
merupakan
alumnus
SMA
Taruna
Nusantara
yang
lulus
pada
tahun
1997.
Ia
satu
angkatan
dengan
Agus
Harimurti
Yudhoyono
yang
kini
menjadi
Menteri
Koordinator
Infrastruktur
dan
Pembangunan
Kewilayahan.
Begitu
menyelesaikan
pendidikan
di
sana,
ia
melanjutkan
sekolah
ke
perguruan
tinggi
militer
di
Amerika
Serikat
melalui
beasiswa
yang
dicanangkan
oleh
Danjen
Kopassus
saat
itu,
Mayor
Jenderal
TNI
Prabowo
Subianto.
Ia
kemudian
mengikuti
pendidikan
calon
perwira
di
Akademi
Militer
Magelang
dan
lulus
dengan
pangkat
Letnan
Dua
di
korps
infanteri.
4.
Iftitah
Sulaiman
–
Menteri
Transmigrasi
Iftitah
merupakan
lulusan
terbaik
Akmil
1999
dan
meraih
Adhi
Makayasa.
Selama
menjadi
prajurit
TNI
AD,
Iftitah
banyak
bertugas
di
medan
perang.
Ia
pernah
tergabung
dalam
Operasi
Rencong
(2003)
dan
Operasi
Pemulihan
Keamanan
(2004).
Iftitah
juga
pernah
bertugas
dalam
berbagai
misi,
termasuk
sebagai
pasukan
penjaga
perdamaian
di
Lebanon
pada
tahun
2006,
serta
menjadi
instruktur
internasional
pertama
TNI
di
Australia,
di
mana
ia
melatih
puluhan
perwira.
5.
Lodewijk
Freidrich
Paulus
–
Wakil
Menteri
Koordinator
Bidang
Politik
dan
Keamanan
Politisi
Golkar,
Lodewijk
Freidrich
Paulus,
adalah
pensiunan
TNI
AD.
Ia
lulus
dari
Akmil
pada
1981,
satu
angkatan
dengan
mantan
Panglima
TNI
Jenderal
(Purn)
H
Moeldoko.
Sejumlah
jabatan
strategis
pernah
diemban
Lodewijk
semasa
menjadi
prajurit
TNI.
Puncak
karier
militer
Lodewijk
terjadi
ketika
ia
diangkat
menjadi
Komandan
Jenderal
Komando
Pasukan
Khusus
pada
tahun
2009,
menggantikan
Pramono
Edhie
Wibowo.
Jabatan
tersebut
secara
resmi
diserahkan
kepada
Paulus
dalam
upacara
yang
dilangsungkan
di
Markas
Komando
Kopassus
pada
tanggal
4
Desember
2009.
Pangkat
Paulus
kemudian
dinaikkan
menjadi
mayor
jenderal
dua
minggu
setelah
serah
terima
jabatan.
Ia
menjabat
hingga
15
September
2011
sebelum
akhirnya
digantikan
oleh
Wisnu
Bawa
Tenaya.
Jabatan
ini
merupakan
bukti
kepercayaan
yang
diberikan
kepadanya
oleh
pimpinan
TNI
dan
negara
atas
dedikasi
dan
kompetensinya.
Setelah
itu,
ia
ditunjuk
sebagai
Panglima
Komando
Daerah
Militer
(Kodam)
I/Bukit
Barisan
pada
tahun
2011,
dirinya
juga
memainkan
peran
penting
dalam
mengamankan
perhelatan
Pekan
Olahraga
Nasional
(PON)
2012
yang
berlangsung
di
Riau.
Kinerjanya
yang
baik
dalam
tugas
ini
kemudian
membawanya
pada
promosi
jabatan
sebagai
Komandan
Komando
Pembina
Doktrin
Pendidikan
dan
Latihan
Angkatan
Darat
(Dankodiklat
AD)
pada
2013.
Di
posisi
tersebut,
ia
juga
dipercaya
memimpin
pengamanan
Konferensi
Tingkat
Tinggi
(KTT)
APEC
2013.
Lodewijk
mengakhiri
pengabdian
militernya
pada
25
Juli
2015,
setelah
pensiun
dari
TNI.
6.
Ossy
Dermawan
–
Wakil
Menteri
Agraria
dan
Tata
Ruang-Badan
Pertanahan
Nasional
Ossy
Dermawan
diketahui
pernah
berkuliah
di
Universitas
Padjadjaran,
sebelum
akhirnya
mengikuti
seleksi
Akademi
Militer
dan
program
beasiswa
S1
dari
Norwich
University,
Military
School
of
Vermont
di
AS.
Di
Norwich
University,
Ossy
meraih
gelar
sarjana
Bachelor
of
Science
serta
dual
degree,
Business
Administration
dan
Computer
Information
System.
Selama
berkarier
di
TNI
AD,
Ossy
pernah
bergabung
dalam
sejumlah
operasi
militer,
di
antaranya
Operasi
Perdamaian
PBB,
Kontingen
Garuda
XXIII
A/UNIFIL
di
Lebanon
pada
2006-2007.
Itu
lah
daftar
enam
menteri
dan
wakil
menteri
Kabinet
Merah
Putih
yang
memiliki
latar
belakang
militer
khususnya
yang
pernah
mengenyam
pendidikan
di
Akademi
Militer
atau
Akmil.
Akmil
sendiri
merupakan
lembaga
pendidikan
tinggi
yang
khusus
mencetak
perwira
TNI
Angkatan
Darat.
Berlokasi
di
Kota
Magelang,
Jawa
Tengah,
Akmil
memainkan
peran
penting
dalam
membentuk
generasi
baru
perwira
yang
berkomitmen
terhadap
pertahanan
negara.
Berdiri
di
tempat
yang
dikelilingi
pegunungan,
Akmil
memiliki
suasana
yang
mendukung
untuk
proses
pembelajaran
dan
latihan
keras
yang
harus
dilalui
oleh
taruna
dan
taruni
yang
menempuh
pendidikan
di
sana.
Baca
juga:
Apakah
semua
lulusan
SMA
Taruna
Nusantara
harus
jadi
Akmil?
Baca
juga:
Persyaratan
dan
cara
daftar
Akmil
terbaru
Baca
juga:
Mengenal
Akmil,
akademi
yang
melahirkan
para
pejabat
tinggi
Pewarta:
Raihan
Fadilah
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2024