
Jakarta
(ANTARA)
–
Bendera
merah
putih
telah
menjadi
simbol
identitas
Negara
Indonesia.
Setiap
merayakan Hari
Kemerdekaan
Republik
Indonesia
tanggal
17
Agustus,
bendera
merah
putih
kerap
dikibarkan
di
Istana
Negara
maupun
di
lingkungan
masyarakat
Indonesia.
Pemilihan
warna
merah
putih
memiliki
makna
filosofi
tersendiri
sebagai
bendera
kebangsaaan.
Lantas,
kenapa
bendera
Indonesia
warna
merah
dan
putih?
Kombinasi
warna
merah
dan
putih
telah
digunakan
dalam
sejarah
kebudayaan
dan
tradisi
di
Indonesia
sejak
zaman
kerajaan
Nusantara.
Kombinasi
warna
merah
putih
digunakan
di
era
Kerajaan
Kediri
sejak
1292
M,
Kerajaan
Majapahit
dan
Kerajaan
Sriwijaya.
Bahkan,
warna
merah
putih
digunakan
pada
desain
sembilan
garis
merah
putih
bendera
Majapahit.
Melansir
dari
laman
Kementerian
Sekretariat
Negara
RI,
berdasarkan
catatan
sejarah
warna
merah
dan
putih
terinspirasi
dari
warna
panji
atau
pataka
bendera
Kerajaan
Majapahit
pada
abad
ke-13.
Baca
juga:
Bendera
Pusaka
dan
Teks
Proklamasi
tinggalkan
Jakarta
menuju
IKN
Dalam
pararaton
(kitab
raja-raja)
dijelaskan
bahwa
bendera
merah
dan
putih
dianggap
sebagai
lambang
kebesaran
kerajaan
seperti
bendera
perang
yang
digunakan
Sisingamangaraja
IX,
bendera
berwarna
merah
dengan
dua
pedang
kembar
Piso
Gaja
Dompak
(pusaka
Sisingamaharaja
I-IX)
berwarna
putih.
Selain
Kerajaan
Majapahit,
kombinasi
warna
merah
dan
putih
juga
pernah
digunakan
dalam
bendera
masa
Kerajaan
Bone
Sulawesi
Selatan
menjadikan
bendera
merah
putih
atau
yang
biasa
disebut
Woromporong
sebagai
simbol
kekuasaan
dan
kebesaran
kerajaan.
Mengutip
buku
Kisah
Merah
Putih
milik
Direktorat
Jenderal
Kebudayaan
Kementerian
Pendidikan
dan
Kebudayaan,
pada
awal
abad
ke-20
bendera
merah
putih
digunakan
para
pelajar
dan
pemuda
sebagai
semangat
juang
dalam
melawan
para
penjajah
Belanda.
Bendera
merah
putih
dikenal
sebagai
bendera
organisasi
yang
digunakan
oleh
Indonesische
Vereeniging
atau
Perhimpunan
Indonesia
yang
merupakan
organisasi
pemuda
Indonesia
yang
menjalani
masa
studi
di
Belanda
pada
1908.
Kemudian
pada
tahun
1928,
bendera
merah
putih
juga
digunakan
oleh
organisasi
Partai
Nasional
Indonesia.
Setelah
itu,
bendera
merah
Putih
digunakan
GAPI
(Gabungan
Politik
Indonesia)
sebuah
organisasi
yang
memayungi
partai-partai
politik
di
Hindia
Belanda,
pada
Desember
1939. GAPI
memutuskan
bahwa
lagu
kebangsaan
Indonesia
adalah “Indonesia
Raya”
dan
bendera
negara
Indonesia
merdeka
ialah “Bendera
Merah
Putih”.
Baca
juga:
Kasetpres
Heru
Budi
lepas
Bendera
Pusaka-Teks
Proklamasi
dari
Monas
Pada
masa
penjajahan
Jepang,
Indonesia
mendapatkan
janji
kemerdekaan.
Melansir
dari
laman
Direktorat
Pelindungan
Kebudayaan
Kemendikbud,
hadirnya
warna
bendera
merah
putih
dilatarbelakangi
oleh
Jepang
pada
tanggal
7
September
1944
menjanjikan
para
pejuang
untuk
memproklamasikan
kemerdekaan.
Chuuoo
Sangi
In
(badan
yang
membantu
pemerintah
pendudukan
Jepang
terdiri
dari
orang
Jepang
dan
Indonesia)
menindaklanjuti
izin
tersebut
dengan
mengadakan
sidang
tidak
resmi
pada
tanggal
12
September
1944,
dipimpin
oleh
Ir.
Soekarno.
Sidang
tersebut
membahas
tentang
pengaturan
pemakaian
bendera
dan
lagu
kebangsaan
yang
sama
di
seluruh
Indonesia.
Hasilnya,
berupa
pembentukan
panitia
bendera
kebangsaan
merah
putih
dan
panitia
lagu
kebangsaan
Indonesia
Raya.
Setelah
itu,
dua
blok
kain
merah
dan
putih
berbahan
katun
asal
Jepang
pemberian
Pimpinan
Barisan
Propaganda
Jepang,
Hitoshi
Shimizu
melalui
pemuda
bernama
Chairul
Basri
diberikan
pada
Oktober
1944,
kemudian
dijahit
oleh
Fatmawati
istri
Soekarno
dengan
mesin
jahit
tangan
menjadi
sebuah
bendera.
Dengan
ukuran
lebar
2/3
(dua-pertiga)
dari
panjangnya.
Panitia
bendera
kebangsaan
merah
putih
menggunakan
warna
merah
dan
warna
putih
sebagai
simbol.
Kedua
warna
tersebut
terbagi
dua
secara
horizontal,
merah
di
bagian
atas,
dan
putih
di
bagian
bawah.
Memiliki
makna
filosofis
merah
berarti
keberanian
dan
putih
berarti
kesucian
atau
kebenaran.
Merah
dalam
bendera
Indonesia
melambangkan
warna
darah
yang
menggambarkan
keberanian
bangsa
dalam
mengusir
musuh
selama
masa
penjajahan.
Sementara
warna
putih
melambangkan
kesucian
hati
bangsa
dalam
setiap
tindakannya.
Selain
itu,
warna
merah
dan
putih
juga
berkaitan
dengan
nilai
budaya
Indonesia.
Dalam
tradisi
Jawa,
merah
dan
putih
dilambangkan
sebagai
gula
merah
dan
nasi
putih
karena
keduanya
merupakan
bahan
makanan
pokok
masyarakat
Indonesia.
Baca
juga:
Kala
Sang
Saka
tiba
di
Nusantara
Baca
juga:
Bendera
pusaka
tiba
di
Balikpapan
untuk
dikirab
menuju
IKN
Pewarta:
Sri
Dewi
Larasati
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2024