NEW
DELHI
—
Sedikitnya
87
orang
dikhawatirkan
tewas
dalam
insiden
desak-desakan
pada
sebuah
acara
pertemuan
keagamaan
Hindu
di
negara
bagian
Uttar
Pradesh,
India
utara,
Selasa
(2/7),
menurut
laporan
stasiun
televisi
NDTV.
Insiden
desak-desakan
terjadi
di
sebuah
desa
di
distrik
Hathras,
sekitar
200
kilometer
tenggara
ibu
kota
negara,
New
Delhi.
Pihak
berwenang
mengatakan
bahwa
kerumunan
besar
berkumpul
di
area
tanah
terbuka,
menanggapi
panggilan
dari
seorang
pemimpin
agama
setempat.
Juru
bicara
kepolisian
distrik
Manish
Chikara
menyebutkan
jumlah
korban
tewas
sekitar
60
orang,
tetapi
jumlah
tersebut
mungkin
bertambah.
Video
di
media
sosial
memperlihatkan
tumpukan
mayat
di
tanah
di
luar
rumah
sakit
setempat.
Reuters
belum
dapat
memverifikasi
keaslian
gambar-gambar
tersebut.
“Insiden
itu
terjadi
karena
terlalu
padatnya
pengunjung,
yang
pada
saat
bersamaan
berusaha
meninggalkan
tempat
tersebut,”
kata
administrator
distrik
Hathras
Ashish
Kumar
kepada
wartawan.
Seorang
saksi
yang
tidak
disebutkan
namanya
mengatakan
kepada
penyiar
India
Today
bahwa
ada
pintu
keluar
sempit
di
lokasi
tersebut: “Saat
kami
mencoba
keluar
menuju
lapangan,
tiba-tiba
terjadi
keributan,
dan
kami
tidak
tahu
harus
berbuat
apa.”
Uttar
Pradesh
adalah
negara
bagian
terpadat
di
India
dengan
penduduk
yang
mencapai
lebih
dari
200
juta
orang.
Pimpinan
Menteri
Yogi
Adityanath
memerintahkan
dilakukannya
penyelidikan
atas
insiden
tersebut.
“Instruksi
telah
diberikan
kepada
pejabat
terkait
untuk
melakukan
operasi
bantuan
dan
penyelamatan
dalam
kondisi
perang
dan
memberikan
perawatan
yang
tepat
kepada
korban
cedera,”
tulisnya
di
X.
[ah/es]
