Manado, DetikManado.com – Setelah dilakukan soft launching di puncak gunung Klabat, Minggu (5/7/2020) lalu, Polda Sulut resmi mengganti nama pataka dari Sarwa Brata Eka menjadi Maesa’am Waya, hari ini. 

Penggantian nama pata dan logo Polda ini dilakukan melalui upcara yang dipimpin Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM, di Lapangan Mapolda Sulut, Kamis (09/07/2020).

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Lumowa mengungkapkan alasan penggantian logo Polda dan nama pataka ini karena logo yang lama masih merupakan logo ketika Polda Sulut masih membawahi wilayah Sulawesi Utara dan Tengah serta Gorontalo.

“Selamat datang Maesa’an Waya, dan selamat jalan Sarwa Brata Eka,” tutur Lumowa dan disambut tepukan tangan para peserta upcara.

Adapun makna logo dan nama pataka Polda Sulut yang baru yaitu :

1.    Arti 5 buah daun kelapa adalah simbol dari Pancasila dasar negara Republik Indonesia.

2.    Arti 3 buah kelapa adalah simbol lain dari Tri Brata, nilai dasar yang merupakan pedoman moral dan panutan nurani bagi setiap anggota Kepolisian Republik Indonesia.

3.    Arti 4 buku batang pohon kelapa adalah simbol lain dari Catur Prasetya yang mencerminkan perbuatan perilaku seorang anggota Polri selalu terikat dan memberikan secara hati nurani tanpa adanya paksaan oleh siapapun, maka jati diri selalu tertanam dalam pelaksanaan tugas.

4.    Ombak melambangkan kekuatan dinamis dari keteguhan hati dan keberanian seorang bhayangkara sejati yang tidak akan pernah hilang atau lentur dalam melaksanakan tugas dan pengabdian sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, yang mampu menghadapi berbagai macam halangan atau rintangan.

5.    Maesa’am Waya berasal dari bahasa Minahasa yang berarti Bersatu Semua, Semua Bersatu yang juga mengandung makna spirit dari Bhineka Tunggal Ika, keragaman yang justru menjadi daya perekat bangsa. “Bersatu dalam keragaman dan beragam dalam persatuan”, sehingga dalam melaksanakan tugasnya didasari atas jiwa kemanusiaan yang dalam demi kemanunggalan Polisi dengan masyaralat.

6.    Pohon kelapa merupakan pohon yang sangat istimewa, ia dapat hidup beradabtasi di mana saja, ia dapat tumbuh di tepi pantai yang berait asin, maupun di atas gunung. Pohon kepala adalah pohon yang kokoh dan kuat. Dia tidak mudah roboh walaupun batangnya yang menjulang tinggi melambai-lambai diterpa badai. Pohon kelapa memiliki banyak manfaat, mulai dari air buah kelapa sebagai penghilang dahaga ketika cuaca panas. Daun kelapa yang lidinya dapat bermanfaat sebagai sapu. Batang kelapa yang dapat bermanfaat untuk menjadi papan pembuat rumah, hingga tempurung kelapa bisa dipakai untuk alat makan, sampai serabut, batang sampai akarnya bisa dimanfaatkan semua.

7.    Seperti itulah Bhayangkara Polri sejati sebagai manusia seutuhnya yang tetap berdiri tegak dan kokoh meskipun berbagai cobaan dan rintangan datang menerpanya, namun seorang Bhayangkara Polri tetap setia memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat, sehingga keberadaannya dapat memberi manfaat kedalam kehidupan manusia, dan terciptanya kehidupan yanga aman, damai, sejahtera dan makmur.

“Maesa’an Waya kebanggan ku, Maesa’an Waya kehormatanku,” teriak Lumowa bersama ratusan peserta upcara yang terdiri dari pejabat utama Polda, anggota Polri dan ASN Polri di Polda Sulut. (red)

Print Friendly, PDF & Email
  • Whatsapp

Source