
Jakarta
(ANTARA)
–
Nama
Yuddy
Renaldi,
Direktur
Utama
Bank
BJB,
tengah
menjadi
sorotan
publik
usai
secara
mendadak
mengajukan
permohonan
pengunduran
diri.
Permohonan
tersebut
telah
diterima
oleh
perseroan
pada
Rabu
(4/3).
Kabar
pengunduran
diri
ini
dikonfirmasi
oleh
Corporate
Secretary
Bank
BJB,
Ayi
Subarna.
Ia
menyatakan
bahwa
perseroan
telah
menerima
surat
pengunduran
diri
Yuddy
pada
hari
tersebut.
Keputusan
tersebut
langsung
menjadi
bahan
perbincangan,
baik
di
kalangan
publik
maupun
internal
Bank
BJB.
Apalagi,
Bank
BJB
diduga
terseret
kasus
dugaan
korupsi
terkait
markup
dana
penempatan
iklan
pada
periode
2021-2023
yang
nilainya
mencapai
Rp200
miliar.
Dugaan
ini
tengah
diselidiki
oleh
Komisi
Pemberantasan
Korupsi
(KPK).
Meski
demikian,
hingga
kini
alasan
pasti
di
balik
pengunduran
diri
Yuddy
Renaldi
belum
diungkapkan.
Keputusan
terkait
pengunduran
dirinya
akan
dibahas
dalam
Rapat
Umum
Pemegang
Saham
Tahunan
(RUPST)
periode
buku
2024.
Lantas,
seperti
apakah
sosok
Yuddy
Renaldi
Dirtut
Bank
BJB
yang
mengundurkan
diri?
Berikut
ini
profilnya,
melansir
berbagai
sumber.
Baca
juga:
Dedi
Mulyadi
membenarkan
Dirut
BJB
mundur
Profil
Yuddy
Renaldi
Yuddy
Renaldi,
pria
kelahiran
Bogor
tahun
1964,
dikenal
sebagai
sosok
berprestasi
dengan
rekam
jejak
pendidikan
dan
karier
yang
cemerlang
di
dunia
perbankan.
Ia
menempuh
pendidikan
sarjana
di
Fakultas
Ekonomi
Universitas
Trisakti,
Jakarta,
dan
lulus
pada
tahun
1990.
Kemudian,
Yuddy
melanjutkan
pendidikan
pascasarjana
di
Sekolah
Tinggi
Ilmu
Ekonomi
IPWI
Jakarta
dengan
meraih
gelar
Magister
Manajemen
pada
tahun
2000.
Karir
perbankan-nya
dimulai
di
Bank
Pembangunan
Indonesia
(Bapindo).
Setelah
itu,
ia
bergabung
dengan
Bank
Mandiri,
tempat
di
mana
kariernya
semakin
berkembang.
Pada
periode
2013-2016,
Yuddy
dipercaya
menjabat
sebagai
Group
Head
Special
Asset
Management
II
Bank
Mandiri.
Lalu,
di
tahun
2016-2017,
ia
menduduki
posisi
Group
Head
Subsidiaries
Management.
Setelah
berkiprah
di
Bank
Mandiri,
Yuddy
bergabung
dengan
Bank
BNI
pada
2017-2019
dan
menjabat
sebagai
Executive
Vice
President
(SEVP)
Remedial
&
Recovery
Bank
BNI.
Baca
juga:
Gubernur
Jabar
tak
akan
halangi
penyidikan
KPK
pada
BJB
Berkat
pengalamannya
yang
luas,
pada
tahun
2019
Yuddy
dipercaya
menempati
posisi
sebagai
Direktur
Utama
Bank
BJB.
Selama
kepemimpinan-nya,
ia
berupaya
mendorong
Bank
BJB
menjadi
bank
BUKU
IV
dengan
modal
inti
di
atas
Rp30
triliun.
Ia
juga
berkomitmen
memperkuat
pembiayaan
untuk
pelaku
Usaha
Mikro,
Kecil,
dan
Menengah
(UMKM),
khususnya
di
wilayah
Jawa
Barat.
Di
masa
kepemimpinan-nya,
Bank
BJB
sempat
ditunjuk
oleh
Gubernur
Jawa
Barat
saat
itu,
Ridwan
Kamil,
sebagai
lembaga
keuangan
yang
mendukung
pembiayaan
proyek
infrastruktur
strategis
di
Jawa
Barat.
Permohonan
pengunduran
dirinya
sebagai
Direktur
Utama
Bank
BJB
kini
menjadi
perhatian
publik.
Keputusan
final
mengenai
pengunduran
diri
tersebut
akan
ditetapkan
dalam
Rapat
Umum
Pemegang
Saham
Tahunan
(RUPST)
2024
yang
akan
digelar
dalam
waktu
dekat.
Publik
pun
menantikan
hasil
keputusan
tersebut,
mengingat
peran
Yuddy
Renaldi
yang
cukup
signifikan
dalam
membawa
Bank
BJB
berkembang
selama
masa
kepemimpinan-nya.
Jika
permohonan
pengunduran
dirinya
disetujui,
Bank
BJB
diprediksi
akan
segera
menunjuk
sosok
pengganti
untuk
melanjutkan
tongkat
estafet
kepemimpinan
dan
menjaga
stabilitas
perusahaan
di
tengah
isu
yang
sedang
bergulir.
Baca
juga:
KPK
sidik
dugaan
korupsi
di
BJB
Baca
juga:
Gubernur
Jabar
tak
akan
halangi
penyidikan
KPK
pada
BJB
Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025