TRIBUNMANADO.CO.ID, MINUT – Empati dan rasa kemanusiaan warga Matungkas terhadap pasien berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal patut di apresiasi. Pasalnya, Sabtu (06/06/2020), pukul 5.15 Witta seorang pasien berstatus PDP bernama Dince Mamuko (55), meninggal dan diterima warga Matungkas, untuk dikuburkan di pekuburan umum di Perumahan Viola, Jaga 8.

Pasien PDP yang meninggal ini sendiri berstatus warga yang tinggal di Taas, Teling, Kota Manado. Namun, sebelum meninggal Ibu Dince ini sempat dirawat di RS Walanda dengan memakai alamat anaknya yang tinggal di Desa Matungkas, Kabupaten Minahasa Utara. Almarhum dikebumikan tim relawan Covid-19 pada pukul 9.30 Witta.
Tim relawan Covid-19 Matungkas yang melakukan penguburan bersama aparat desa antara lain; Jantje Tambuwun, Ronald Mangari, Robert Pusung Kumeralo, Jhon Kolowai dan Eddy Wentuk.

Hukum Tua Desa Matungkas, Pnt Novieta Tangkung mengatakan, dirinya bersyukur karena masyarakat Matungkas bisa menerima walaupun almarhum bukan warga Desa Matungkas. Sempat diadakan ibadah pemakaman singkat di pekuburan dipimpin oleh Pdt Wenny Kojongian Pangkey STh. Pemakaman saat itu dihadiri oleh keluarga, Kapolsek Decky Demus, Wakil Kapolsek Decky Pandi dan aparat Desa Matungkas.
Hal senada diutarakan Ketua BPMJ Sion Matungkas, Pdt Billy Johannis yang mengapresiasi kedewasaan masyarakat Desa Matungkas yang mau menerima lahan pekuburan di desanya, menjadi tempat penguburan warga PDP yang bukan warga desanya. ”Ini saya kira kedewasaan dan kemanusiaan masyarakat patut diacungi jempol. Apalagi suami dari Hukum Tua Desa Matungkas, Bapak Jantje Tambuwun ikut terlibat dalam pemakaman jenazah, ” ujar Billy yang merupakan Ketua DPD Granat Sulut.

”Saya kira ini yang harus dipahami masyarakat. Bahwa pasien Covid-19 yang meninggal itu manusia yang harus dihormati, sehingga harus dikuburkan secara layak. Kalau semua masyarakat menolak jenazah Covid-19 nanti kurang mo tenggelamkan dan yang meninggal karena Corona. Jadi masyarakat harus pahami bahwa terpapar Covid-19 dan meninggal bisa terjadi pada siapa saja, termasuk keluarga kita, ” ujarnya.



