
Manado
(ANTARA)
–
Kepala
Kantor
Kementerian
Agama
(Kemenag)
Kota
Tomohon, Provinsi
Sulawesi
Utara
(Sulut), Olva
Mervy
Moningka
mengatakan
penyuluh
Agama
Islam
diharapkan
mampu
berdakwah
dalam
masyarakat
dengan
paham
keagamaan
yang
moderat.
“Penyuluh
Agama
Islam
harus
menunjukkan
eksistensi
sebagai
seorang
penyuluh
di
ruang
publik
sampai
ke
media
sosial,”
kata
Olva,
pada
Pembinaan
Penyuluh
Agama
Islam
se
Kota
Tomohon,
Sabtu.
Dia
juga
harus
mampu
berdakwah
melalui
media
sosial
dengan
santun
serta
melaksanakan
dakwah
dalam
masyarakat
dengan
paham
keagamaan
yang
moderat,
dan
itu
bersifat
segera
agar
penyuluh
dikenal
oleh
masyarakat.
Kakanwil
menyampaikan
salam
hangat
atas
dedikasi
para
penyuluh
agama
serta
tokoh
agama,
tokoh
masyarakat
yang
menjadi
garda
terdepan
dalam
mengolah
kehidupan
beragama
menjadi
Indonesia
yang
rukun,
dan
damai.
Olva
menerangkan
arti
penting
Penyuluh
Agama
Islam
Non
PNS
dalam
kalangan
masyarakat
yakni
sebagai
pihak
yang
mampu
mengajak,
membina,
menerangkan,
serta
mengubah
sikap
perilaku
masyarakat
kepada
ajaran-ajaran
agama
maupun
dalam
upaya
menjaga
kerukunan
hidup
beragama.
Ia
berharap
para
Penyuluh
Agama
Islam
bisa
memahami
tugas
dan
fungsi
sebagai
seorang
penyuluh
dengan
menyuguhkan
berbagai
bidang
binaan
yang
akan
menjadi
fokus
pembinaan
bagi
para
penyuluh
agama
Islam.
“Bidang-bidang
tersebut
mencakup
bahaya
judi
online,
produk
halal,
moderasi
agama,
kerukunan
umat
beragama,
dan
pencegahan
stunting
yang
ada
di
Kota
Tomohon,”
katanya.
Kemenag
berharap
para
penyuluh
agama
mampu
menyebarluaskan
semua
program
Kemenag
untuk
kesejahteraan
masyarakat.