MANADOPOST.ID- Hari ini berdasarkan prescon resmi Satgas Covid-19 Pemprov Sulut, pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung kembali bertambah sebanyak tiga orang, Rabu (17/6).

Jubir Gugus Tugas Covid-19 Kota Bitung Franky Ladi SSTP MAP dalam pres rilis resmi Gugus Tugas Covid-19 Kota Bitung menyampaikan, dari ke tiga pasien yang terkonfirmasi positif tersebut, dua diantaranya diketahui sudah meninggal dan satu merupakan Orang Dalam Pengawasan (ODP).

Pasien 733 seorang pria umur 77 tahun, asal Kelurahan Bitung Barat 2, Kecamatan Maesa. Sebelumnya merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di salah satu fasilitas kesehatan (faskes) di kota Bitung dan telah meninggal dunia pada tanggal 2 Juni 2020.

Pasien 734 seorang perempuan umur 67 tahun, asal Kelurahan Winenet Satu, Kecamatan Aertembaga. Sebelumnya merupakan PDP salah satu faskes di kota Bitung.

Pasien 735 seorang perempuan umur 57 tahun asal Kakenturan 1, Kecamatan Maesa. Sebelumnya merupakan pasien PDP di salah satu faskes di kota Bitung dan telah meninggal dunia pada tanggal 2 Juni 2020.

“Jadi jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Bitung sebanyak 18 orang. 11 sementara dirawat, 5 telah dinyatakan sembuh dan 2 orang telah meninggal dunia,” papar Ladi.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bitung dr Jeaneste Watuna MMKes menjelaskan, ke tiga pasien yang terkonfirmasi positif hari ini masi sementara diselidiki data lengkapnya.

“Riwayat ke tiga pasien yang terkonfirmasi positif hari ini sementara kami lacak. Data terakhir yang kami miliki, pasien-pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan dan bukan pula kontak erat dengan pasien Covid-19. Namun untuk pastinya kami masi sementara menunggu data dari tim yang ada,” ungkapnya.

Watuna berharap, hal ini kiranya dapat menjadi pelajaran bagi semua, bahwa peluang seorang PDP untuk beralih menjadi terkonfirmasi positif sangat besar, sehingga yang dinyatakan PDP oleh RS harus ditangani berdasarkan protap Covid-19, baik dalam masa perawatan maupun jika pasien meninggal dunia. Hal ini dilakukan untuk menjaga kemungkinan terburuk, yang bisa saja merugikan tenaga kesehatan maupun keluarga pasien.

“Kami terus mengajak kepada kita semua untuk tetap berdoa agar pandemi ini cepat berlalu serta tidak henti-hentinya kami mengingatkan kepada seluruh masyarakat untuk terus mematuhi semua protokol kesehatan pencegahan Covid-19,” pungkasnya.(van)

Artikel Terbaru

Source