
Manado
(ANTARA)
–
Kepala
kantor Kementerian
Agama
(Kemenag)
Kota
Manado
Rogaya
Udin
mengatakan
guru
harus
menjaga
kualitas
pendidikan
di
Kota
Manado,
Provinsi
Sulawesi
Utara
(Sulut).
“Guru
merupakan
profesi
yang
memerlukan
proses
belajar
tanpa
henti,
yang
bisa
dilakukan
di
mana
saja
dan
dengan
siapa
saja,”
kata
Rogaya,
di
Manado,
Kamis.
Penyelenggara
Bimas
Katolik
Kemenag
Manado
Salvatore
Ponomban
menegaskan
dalam
kegiatan
Musyawarah
Guru
Mata
Pelajaran
(MGMP)
Pendidikan
Agama
Katolik
yang
diadakan
di
SMK
Katolik
Xaverius
Manado,
bahwa
semua
guru,
baik
yang
berstatus
Pegawai
Negeri
Sipil
maupun
guru
swasta,
harus
tetap
belajar
dan
meningkatkan
kompetensi
mereka
untuk
menjaga
kualitas
pendidikan.
Salvatore
mengapresiasi
dedikasi
para
peserta
yang
hadir
meskipun
ada
berbagai
program
lain
di
sekolah
masing-masing.
MGMP
bertujuan
memotivasi
guru
untuk
terus
meningkatkan
keterampilan
dan
kemampuan
dalam
merencanakan,
melaksanakan,
serta
mengevaluasi
pembelajaran.
“MGMP
akan
selalu
menjadi
ruang
bagi
para
guru
untuk
saling
berbagi
praktik
baik,
mendukung
pemerataan
mutu
pendidikan,
serta
memperkuat
keyakinan
diri
dalam
menjalankan
profesi
guru
yang
profesional,”
katanya.
Dia
juga
mengingatkan
pentingnya
refleksi
setelah
mengajar
untuk
memperbaiki
kualitas
pembelajaran
di
masa
mendatang.
Dengan
menganalisis
respons
siswa
dan
melihat
kelebihan
maupun
kelemahan
dalam
mengajar,
guru
dapat
mengidentifikasi
area
yang
perlu
ditingkatkan.
Proses
ini
sangat
penting
untuk
menjaga
relevansi
dan
efektivitas
pembelajaran
yang
diberikan
kepada
siswa.
Dalam
kesempatan
ini,
MGMP
juga
membentuk
kepengurusan
baru
dengan
memilih
Chris
Hendra
Aray
dari
SMA
Katolik
Frater
Don
Bosco
Manado
sebagai
ketua.
Salvatore
Ponomban
menutup
kegiatan
dengan
harapan
agar
para
guru
selalu
aktif
dalam
MGMP
guna
memperkuat
jaringan
dan
kemampuan
profesional
mereka,
demi
peningkatan
mutu
pendidikan
di
Kota
Manado
dan
sekitarnya.
Kepala
Sekolah
SMK
Katolik
Xaverius
Manado
Mikhael
Talangi,
atas
dukungannya
menjadi
tuan
rumah
kegiatan
MGMP
ini.
“Sekolah
kami
selalu
terbuka
sebagai
tempat
bertemu
dan
belajar
bersama
bagi
siapa
pun
yang
ingin
mengembangkan
diri,”
ujar
Mikhael
Talangi.