MANADO KOMENTAR-Gempa berkekuatan 7,6 magnitudo yang melanda Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026, tidak hanya merobohkan bangunan dan menimbulkan kepanikan, tetapi juga meruntuhkan sebagian Gedung KONI Sario Manado yang baru saja direnovasi.
Peristiwa ini menelan korban jiwa dan memunculkan pertanyaan besar tentang kualitas konstruksi bangunan publik di daerah rawan gempa.
Runtuhnya hall B Gedung KONI menjadi sorotan tajam masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama aparat penegak hukum untuk segera melakukan audit konstruksi secara menyeluruh.
Kontraktor yang dipercaya melakukan renovasi diminta memberikan keterangan terbuka mengenai metode pembangunan, mengingat gedung ini sudah dua kali direnovasi dan dua kali pula ambruk akibat guncangan.
Desakan publik semakin kuat karena wilayah Manado masih merasakan gempa susulan. Masyarakat menuntut agar renovasi gedung tidak hanya berorientasi pada tampilan, tetapi benar-benar dirancang tahan gempa sesuai standar keselamatan. Pemerintah dan aparat hukum ditantang untuk membuktikan bahwa keselamatan warga lebih penting daripada sekadar proyek fisik.
Tragedi ini bukan sekadar akibat alam, tetapi juga ujian bagi integritas pembangunan. Audit konstruksi harus segera dilakukan, agar kepercayaan publik tidak runtuh bersama gedung yang seharusnya menjadi simbol olahraga dan kebanggaan Masyarakat Sulawesi Utara.
Fakta Pendukung
- Waktu kejadian gempa: Kamis, 2 April 2026, pukul 06.48 WITA
- Kekuatan gempa: Magnitudo 7,6, berpusat di perairan Bitung dengan kedalaman 33 km
- Karakteristik: Gempa dangkal kategori megathrust, berpotensi tsunami
- Dampak: Gedung KONI Sario Manado rusak parah, hall B ambruk
- Korban jiwa: Seorang perempuan berusia 69 tahun meninggal dunia akibat tertimpa material bangunan
- Kondisi bangunan: Gedung KONI sudah dua kali direnovasi, namun dua kali pula ambruk akibat gempa
- Situasi terkini: Gempa susulan masih terasa di Manado, menambah kecemasan warga.
Jose
Artikel Gempa 7,6 M Landa Manado, Renovasi Gedung KONI Manado Diduga Rapuh pertama kali tampil pada Komentar.