Decky Maskikit

MANADO KOMENTAR-Diskusi di media sosial tentang pencalonan Sekretaris PWI Sulut sebagai Ketua dalam konferensi akhir Maret 2026 mendapat tanggapan serius dari senior PWI Sulut, Decky Maskikit.

Ia menegaskan bahwa polemik tersebut harus dilihat dari kacamata Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PWI, yang merupakan roh dan pijakan utama organisasi.

Menurut Decky, AD/ART adalah semangat yang mengikat seluruh anggota PWI. Karena itu, setiap pembicaraan mengenai organisasi harus berlandaskan aturan tersebut.

“Jika ada yang berbicara soal PWI tetapi tidak menghormati AD/ART, maka itu sama saja dengan pengkhianatan terhadap organisasi,” tegasnya.

Decky menjelaskan, pencalonan Sekretaris PWI Sulut sebagai Ketua tidak bertentangan dengan aturan. Berdasarkan AD/ART, seorang sekretaris provinsi yang mencalonkan diri sebagai ketua tidak diwajibkan mundur dari jabatannya saat mendaftar.

Hal ini merupakan bagian dari mekanisme internal organisasi, di mana pengurus memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri kembali atau naik jabatan selama memenuhi syarat.

“Aturan rumah tangga PWI jelas menyebutkan, sekretaris aktif tidak dilarang mencalonkan diri. Bahkan dalam konteks politik, ketika anggota PWI hendak maju ke partai politik, mereka tidak harus mundur, cukup mengambil cuti,” jelas Decky.

Ia menekankan bahwa setiap anggota maupun pengurus PWI harus memahami roh dan jiwa AD/ART. Tanpa penghormatan aturan, organisasi akan kehilangan arah dan mudah terjebak dalam konflik yang tidak perlu.

Decky Maskikit menutup dengan pesan agar seluruh anggota PWI Sulut menjadikan AD/ART sebagai pedoman utama dalam menyongsong konferensi akhir Maret. Bagi Decky, konferensi bukan sekadar ajang perebutan jabatan, melainkan momentum untuk meneguhkan komitmen terhadap aturan, menjaga marwah organisasi, dan memperkuat persatuan wartawan di Sulawesi Utara.

Jose

Artikel Decky Maskikit: AD/ART adalah Roh PWI, Sekretaris Berhak Maju Jadi Ketua Tanpa Harus Mundur pertama kali tampil pada Komentar.

Source