Manado
(ANTARA)

Sebanyak
12
Tang
Shin
dari
sembilan
Tempat
Ibadah
Tri
Dharma
(TITD)
di
Kota
Manado,
ikut
dalam
prosesi
Cap
Go
Meh
yang
digelar
Rabu
atau
tanggal
15
bulan
pertama
tahun
baru
Imlek
2576
Kongzili.

“Selain
12
tang
Shin,
juga
ada
tujuh
pikulan
dan
14
kio
serta
ada
grup
penari
Kabasaran
dan
budaya
Manado,
serta
musik
bambu
klarinet
khas
Sulawesi
Utara.
Jadi
total
yang
ikut
dalam
prosesi
ini
sekitar
1.000
orang,”
kata
Ketua
Persatuan
Tempat
Ibadah
Tri
Dharma
di
Manado,
Ridwan
Sanyoto,
di
Manado.

Ketua
persatuan
TITD
Manado,
Ridwan
Sanyoto.
(ANTARA/Joyce)

Sanyoto
mengatakan,
tarian
kabasaran
serta
musik
bambu
klarinet
semuanya
ikut
berpartisipasi
diundang
dalam
prosesi
Cap
Go
Meh,
yang
merupakan
akhir
dari
perayaan
tahun
Imlek
bagi
etnis
Tionghoa.

Dia
menjelaskan,
musim
bambu
yang
ikut
dalam
prosesi
tersebut,
berasal
dari
Kabupaten
Minahasa
Tenggara,
sedangkan
tarian
kabasaran
berasal
dari
Desa
Kema
Satu
Kabupaten
Minahasa
Utara.

Dia
mengatakan,
sebelum
proses
dimulai
umat
TITD
melakukan
sembahyang
di
tempat
ibadah,
termasuk
Tang
Shin
yang
akan
melakukan
prosesi
ritual
mengikuti
rute
yang
akan
dilalui
oleh
arak-arakan
tersebut.


Pimpinan
kelompok
musik
bambu
klarinet
Harapan
Nusantara
Jaya
dari
Desa
Molompar
Utara,
Kabupaten
Minahasa
Tenggara,
Jemmy
Sanggelorang,
mengatakan
sangat
terhormat
diundang
ikut
dalam
proses
Cap
Go
Meh,
karena
meramaikan
prosesi
yang
selalu
dinanti-nanti
masyarakat
dari
berbagai
wilayah
itu.

Sanggelorang
mengatakan,
ini
adalah
kali
ketiganya
mereka
ikut
dalam
prosesi
Cap
Go
Meh,
dua
kali
ikut
di
Kota
Bitung
dan
tahun
ini
mendapatkan
undangan
dari
panitia
Cap
Go
Meh
Kota
Manado.

Persiapan
prosesi
Cap
Go
Meh
di
TITD
Ban
Hing
Kiong
Manado.
(ANTARA/Joyce)

“Kami
senang
karena
bisa
ikut
meramaikan
prosesi
ini,
karena
ini
adalah
salah
satu
prosesi
yang
sangat
ditunggu
masyarakat
Manado,
bahkan
menjadi
salah
satu
acara
wisata
yang
paling
ditunggu
di
Manado,”
katanya.

Demikian
juga
dengan
kelompok
Kabasaran
Masenaan
Wanua
Kema
Satu,
Desa,
Kema
Satu,
Kecamatan
Kauditan,
yang
sudah
dua
kali
ikut
dalam
prosesi
Cap
Go
Meh
seperti
ini,
merasa
terhormat
seperti
diungkapkan
salah
satu
pengurusnya,
Christian
Pratasik.

Christian
mengatakan,
sebagai
kelompok
adat,
sebelum
ikut
dalam
prosesi
tersebut,
mereka
sudah
sembahyang
mohon
perlindungan
Yang
Maha
Kuasa,
agar
prosesi
yang
akan
diikuti
itu
berjalan
lancar.

Kelompok
tarian
Kabasaran
Masenaan
Wanua
Kema
Satu
yang
meramaikan
Cap
Go
Meh
di
Manado.
(ANTARA/Joyce)

Dia
mengatakan
ada
13
personel,
termasuk
di
dalamnya
tiga
orang
perempuan
untuk
ikut
dalam
prosesi
yang
selalu
dinantikan
masyarakat
Manado
itu.

Source