xAI,
startup
kecerdasan
buatan
(AI)
milik
miliarder
teknologi
Elon
Musk
mengumumkan
berhasil
meraup
$6
miliar
dalam
putaran
pendanaan
terbarunya,
di
tengah
persaingan
sengit
di
pasar
kecerdasan
buatan.

Perusahaan
yang
mengandalkan
produk
chatbot
Grok
ini
mendapatkan
dukungan
dari
kapitalis
ventura
Amerika
Serikat,
produsen
chip
NVIDIA
dan
AMD,
serta
dana
investasi
dari
Arab
Saudi
dan
Qatar.

Musk
berulang
kali
memperingatkan
bahwa
AI
dapat
menimbulkan
risiko
bagi
peradaban
manusia.
Namun,
ia
tetap
berusaha
keras
untuk
memperoleh
bagian
investasi
yang
lebih
besar
di
sektor
ini,
dan
xAI
berhasil
meraup
$6
miliar
pada
Mei.

Perusahaan
tersebut
kini
menjadi
salah
satu
startup
paling
bernilai
di
dunia
dengan
estimasi
valuasi
sebesar
$50
miliar,
meskipun
masih
jauh
tertinggal
dari
pesaing
utamanya,
OpenAI,
yang
diperkirakan
memiliki
valuasi
mencapai
$157
miliar.

Meski
valuasinya
sangat
tinggi,
para
kritikus
menyoroti
bahwa
perusahaan
AI
ini
menghabiskan
banyak
uang
tanpa
memiliki
rencana
yang
jelas
untuk
membukukan
keuntungan.

xAI
mengumumkan
pendanaan
tersebut,
Senin
(23/12),
dan
menyatakan
akan
menggunakan
dana
yang
diterima
untuk “melahirkan
produk
inovatif
yang
akan
digunakan
oleh
miliaran
orang.”

Musk,
yang
juga
menjabat
sebagai
CEO
SpaceX
dan
Tesla
serta
merupakan
pendukung
utama
presiden
terpilih
Amerika,
Donald
Trump,
menulis
di
akun
X-nya
bahwa “banyak
komputasi
diperlukan”
untuk
mendukung
produk-produk
AI.

Ia
meluncurkan
perusahaan
tersebut
pada
Juli
2023,
tak
lama
setelah
menandatangani
surat
terbuka
yang
menyerukan
penghentian
sementara
pengembangan
model-model
AI
yang
canggih.

Musk
saat
ini
sedang
mengambil
tindakan
hukum
terhadap
pembuat
ChatGPT,
OpenAI,
yang
ia
dirikan
pada
2015
sebagai
lembaga
nirlaba
sebelum
meninggalkannya
pada
2018.
Ia
menuduh
bahwa
perubahan
OpenAI
menjadi
perusahaan
nirlaba
melanggar
ikatan
hukum
yang
ada.

[ah/es]

Source