Dua
senator
Partai
Demokrat
mengatakan
kepada
wartawan
bahwa
Presiden
Joe
Biden
harus “memperpanjang
tenggat
waktu
selama
90
hari”
agar
TikTok
tidak
dilarang
di
AS
mulai
19
Januari
mendatang.

Saat
ini
undang-undang
federal
mewajibkan
platform
berbagi
video
tersebut
untuk
melepaskan
diri
dari
perusahaan
induknya
yang
berbasis
di
China,
ByteDance,
atau
menutup
operasinya
di
AS
pada
akhir
pekan
ini.

“Kami
meminta
lebih
banyak
waktu,”
kata
Senator
Demokrat
Ed
Markey,
yang
didampingi
oleh
Senator
Cory
Booker
pada
hari
Kamis.
“Kami
meminta
kesempatan
untuk
bisa
mencoba
menyelesaikan
masalah
ini
secara
rasional
agar
TikTok
tidak
berhenti
beroperasi,”
kata
Markey.

Penasihat
keamanan
nasional
pilihan
Presiden
terpilih
Donald
Trump,
Anggota
DPR
dari
Florida
Mike
Waltz,
juga
mengatakan
dalam
sebuah
wawancara
minggu
ini
bahwa
Trump
sedang
menjajaki
opsi
untuk
“mempertahankan”
TikTok.

Pekan
lalu,
Mahkamah
Agung
mendengarkan
argumen
lisan
dalam
gugatan
hukum
terhadap
undang-undang
yang
diajukan
oleh
TikTok,
perusahaan
induknya
yang
berbasis
di
China,
ByteDance,
dan
para
pengguna
aplikasi
tersebut.
Para
Hakim
tampaknya
akan
menegakkan
undang-undang
tersebut,
yang
mengharuskan
ByteDance
untuk
mendivestasikan
TikTok
dengan
alasan
keamanan
nasional
atau
menghadapi
larangan
di
salah
satu
pasar
terbesarnya.

“TikTok
memberikan
dukungan
penting
bagi
komunitas
dan
menciptakan
ruang
untuk
berbagi
cerita,
terutama
selama
keadaan
darurat
seperti
kebakaran
di
Los
Angeles,”
kata
Markey.
“Kehilangannya
akan
membuat
banyak
orang
terisolasi,”
katanya.

“Kita
tidak
boleh
menghentikan
alat
vital
tersebut
di
Los
Angeles
saat
ini,
dan
di
wilayah-wilayah
lain
negara
ini,”
katanya.

[ab/jm]

Source