Jakarta
(ANTARA)

Dalam
era
digital
yang
serba
cepat
ini,
informasi
menyebar
dalam
hitungan
detik.
Sayangnya,
tidak
semua
informasi
yang
beredar
di
dunia
maya
dapat
dipercaya.
Berita
hoaks
atau
berita
palsu
sering
kali
muncul
dengan
judul
sensasional,
menggiring
opini
publik,
dan
bahkan
menyesatkan
pembaca.

Jika
tidak
disikapi
dengan
bijak,
hoaks
dapat
menimbulkan
kepanikan,
perpecahan,
atau
bahkan
merugikan
banyak
pihak.
Lalu,
bagaimana
cara
mengatasi
dan
menyaring
informasi
agar
tidak
mudah
termakan
hoaks?
Berikut
beberapa
langkah
yang
bisa
Anda
terapkan
untuk
menjadi
pengguna
internet
yang
cerdas
dan
kritis.
mengutip
Kemkomdigi
dan
berbagai
sumber
lainnya.



Baca
juga:

Hoaks!
Lowongan
rekrutmen
Pendamping
Program
Keluarga
Harapan
Kemensos


Cara
mengatasi
berita
hoaks


1.
Tinjau
sumber
informasi

Pastikan
informasi
berasal
dari
situs
yang
kredibel,
seperti
lembaga
resmi,
universitas,
atau
media
arus
utama.
Waspadai
situs
yang
memiliki
nama
serupa
dengan
media
terkenal,
tetapi
menyajikan
konten
yang
meragukan.


2.
Cermati
gaya
penulisan
dan
bahasa

Informasi
yang
valid
biasanya
ditulis
dengan
struktur
bahasa
yang
baik
dan
profesional.
Hindari
berita
dengan
gaya
penulisan
berlebihan,
penggunaan
huruf
kapital
secara
menyeluruh,
atau
judul
yang
bombastis
tanpa
isi
yang
jelas.


3.
Konfirmasi
fakta
dengan
sumber
terpercaya

Manfaatkan
situs
pemeriksa
fakta
seperti
Snopes,
FactCheck.org,
atau
Hoax-Slayer
untuk
memastikan
kebenaran
suatu
klaim.
Jika
suatu
informasi
hanya
muncul
di
satu
sumber,
bandingkan
dengan
media
lain
untuk
memverifikasi
keasliannya.


4.
Perhatikan
waktu
publikasi

Banyak
hoaks
menggunakan
kembali
informasi
lama
seolah-olah
baru.
Cek
tanggal
rilis
berita
agar
tidak
tertipu
oleh
informasi
yang
sudah
tidak
relevan.


5.
Gunakan
media
sosial
secara
bijak

Selalu
waspada
terhadap
informasi
yang
beredar
di
media
sosial.
Sebelum
mempercayai
suatu
berita,
teliti
akun
yang
membagikan-nya,
termasuk
jumlah
pengikut
serta
interaksi
di
unggahan
mereka.



Baca
juga:

Cek
fakta,
Prabowo
pecat
Kapolri
Listyo
Sigit
Prabowo
pada
awal
Februari


6.
Telusuri
kredibilitas
penulis
atau
penyebar
informasi

Cari
tahu
latar
belakang
penulis
atau
sumber
informasi
yang
dibagikan.
Hindari
mempercayai
berita
yang
berasal
dari
sumber
anonim
atau
yang
tidak
mencantumkan
identitas
jelas.


7.
Pertimbangkan
referensi
dari
media
internasional

Sumber
berita
global
yang
kredibel
dapat
memberikan
sudut
pandang
lebih
luas
dan
objektif
dibandingkan
hanya
mengandalkan
media
lokal.


8.
Bergabung
dalam
forum
diskusi
anti
hoaks

Melalui
grup-grup
ini,
Anda
bisa
memperoleh
informasi
terbaru,
berbagi
pengalaman,
serta
belajar
cara
mengenali
dan
menangkal
berita
palsu,
untuk
meningkatkan
wawasan
mengenai
hoaks
dengan
bergabung
dalam
berbagai
komunitas
diskusi,
seperti:


Forum
Anti
Fitnah,
Hasut,
dan
Hoax
(FAFHH)

Indonesian
Hoax
Buster

Grup
Sekoci
Hoaxes

Mafindo

Dengan
menerapkan
langkah-langkah
di
atas,
Anda
dapat
menjadi
pengguna
internet
yang
lebih
cerdas
dan
kritis
dalam
menyaring
informasi.
Jangan
ragu
untuk
mengedukasi
orang-orang
di
sekitar
Anda
agar
mereka
juga
lebih
waspada
terhadap
berita
hoaks.

Selain
itu,
selalu
utamakan
sikap
skeptis
yang
sehat
sebelum
membagikan
informasi.
Pastikan
berita
yang
Anda
sebarkan
sudah
melalui
proses
verifikasi
agar
tidak
ikut
memperkuat
penyebaran
hoaks.
Semakin
banyak
orang
yang
sadar
akan
pentingnya
literasi
digital,
semakin
kecil
kemungkinan
hoaks
merajalela
dan
mempengaruhi
opini
publik
secara
negatif.



Baca
juga:

Hoaks!
Kemenag
bagikan
kuota
haji
gratis
untuk
100
orang



Baca
juga:

Hoaks!
Tautan
pendaftaran
cek
kesehatan
gratis
dari
pemerintah

Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025

Source