
Jakarta
(ANTARA)
–
Layar
AMOLED
menjadi
salah
satu
teknologi
layar
yang
banyak
digunakan
pada
smartphone
modern
karena
mampu
menampilkan
warna
yang
tajam
dan
kontras
yang
mendalam.
Namun,
di
balik
keunggulannya,
layar
AMOLED
juga
memiliki
kelemahan,
salah
satunya
adalah
risiko
burn-in.
Masalah
ini
terjadi
ketika
gambar
statis
yang
ditampilkan
terlalu
lama
meninggalkan
bayangan
permanen
di
layar.
Agar
layar
AMOLED
pada
ponsel
Anda
tetap
awet
dan
bebas
dari
masalah
burn-in,
penting
untuk
merawatnya
dengan
tepat.
Dengan
melakukan
beberapa
cara
sederhana
hingga
kebiasaan
penggunaan
sehari-hari
bisa
membantu
memperpanjang
usia
layar
dan
menjaga
kualitas
tampilan-nya
tetap
prima.
Simak
berbagai
tips
berikut
ini
agar
layar
AMOLED
perangkat
Anda
tetap
cerah
pekat
dan
tahan
lama
tanpa
khawatir
burn-in,
yang
telah
dihimpun
dari
berbagai
sumber.
Baca
juga:
Huawei
Mate
20
akan
gunakan
layar
AMOLED
Samsung
Tips
merawat
layar
AMOLED
agar
tidak
burn-in
1.
Kurangi
tingkat
kecerahan
layar
Agar
layar
AMOLED
tetap
awet,
hindari
penggunaan
kecerahan
layar
yang
terlalu
tinggi
secara
terus-menerus.
Cahaya
yang
berlebihan
dapat
mempercepat
penurunan
kualitas
panel
organik
pada
layar,
sehingga
berpotensi
menimbulkan
efek
burn-in.
Sebaiknya
atur
kecerahan
layar
ke
tingkat
yang
cukup
nyaman
namun
tidak
berlebihan.
2.
Rutin
mengganti
wallpaper
Tampilan
wallpaper
yang
sama
dalam
waktu
lama
bisa
menyebabkan
area
layar
tertentu
bekerja
lebih
keras
dibandingkan
bagian
lainnya.
Untuk
mengurangi
risiko
burn-in,
biasakan
mengganti
wallpaper
secara
berkala.
Jika
memungkinkan,
gunakan
wallpaper
bergerak
(live
wallpaper)
agar
tampilan
layar
terus
berubah
dan
piksel
tidak
terpaku
pada
gambar
yang
sama.
3.
Hindari
membiarkan
layar
aktif
terlalu
lama
Membiarkan
tampilan
statis
seperti
logo
atau
ikon
navigasi
menyala
terus-menerus
dapat
menyebabkan
sebagian
piksel
mengalami
keausan
lebih
cepat.
Oleh
karena
itu,
atur
waktu
mati
layar
otomatis
agar
layar
tidak
aktif
saat
tidak
digunakan.
4.
Aktifkan
mode
gelap
(Dark
mode)
Salah
satu
kelebihan
layar
AMOLED
adalah
kemampuan
menampilkan
warna
hitam
dengan
mematikan
sebagian
pikselnya.
Dengan
mengaktifkan
mode
gelap,
penggunaan
daya
layar
berkurang
dan
piksel
hitam
tidak
bekerja,
sehingga
memperpanjang
usia
layar.
Baca
juga:
Spesifikasi
dan
harga
Honor
400,
bawa
layar
AMOLED
dan
kamera
200MP
5.
Manfaatkan
fitur
screen
saver
Screen
saver
yang
menampilkan
gambar
bergerak
membantu
mencegah
tampilan
statis
terlalu
lama
di
layar.
Aktifkan
fitur
ini
untuk
menjaga
seluruh
area
layar
terus
menampilkan
konten
yang
berubah,
sehingga
mengurangi
kemungkinan
burn-in.
6.
Jaga
suhu
layar
tetap
stabil
Paparan
suhu
ekstrem,
baik
terlalu
panas
maupun
terlalu
dingin,
bisa
mempercepat
kerusakan
pada
panel
AMOLED.
Hindari
meletakkan
ponsel
di
bawah
sinar
matahari
langsung
atau
di
ruangan
bersuhu
rendah
dalam
waktu
lama.
7.
Gunakan
aplikasi
anti
burn-in
Saat
ini
tersedia
berbagai
aplikasi
yang
dapat
membantu
menjaga
layar
AMOLED
tetap
sehat.
Aplikasi
ini
biasanya
bekerja
dengan
menggerakkan
elemen
layar
secara
berkala
agar
tidak
ada
tampilan
yang
diam
terlalu
lama.
8.
Lakukan
perawatan
layar
secara
berkala
Bersihkan
layar
secara
rutin
menggunakan
kain
microfiber
yang
lembut
untuk
menghindari
debu
atau
kotoran
yang
menempel.
Hindari
penggunaan
cairan
pembersih
keras
yang
dapat
merusak
permukaan
layar.
Selain
itu,
upayakan
untuk
tidak
terlalu
sering
menempatkan
ponsel
di
bawah
paparan
cahaya
matahari
langsung.
Baca
juga:
Mengenal
teknologi
layar
smartphone:
OLED,
AMOLED,
hingga
LTPO
Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025
Dilarang
keras
mengambil
konten,
melakukan
crawling
atau
pengindeksan
otomatis
untuk
AI
di
situs
web
ini
tanpa
izin
tertulis
dari
Kantor
Berita
ANTARA.