Ukraina,
Senin
(7/10),
mengatakan
pasukannya
berhasil
menyerang
sebuah
terminal
minyak
di
semenanjung
Krimea,
yang
direbut
oleh
Moskow
pada
2014
dalam
salah
satu
upaya
Kyiv
untuk
menghancurkan
fasilitas
energi
yang
dikendalikan
Rusia.

Kyiv
meningkatkan
serangan
yang
menargetkan
sektor
energi
Rusia
dalam
beberapa
bulan
terakhir
untuk
mengurangi
pendapatan
yang
digunakan
Moskow
untuk
mendanai
invasinya,
yang
kini
telah
memasuki
tahun
ketiga.

“Pada
malam
hari,
serangan
yang
sukses
menyasar
terminal
minyak
musuh
di
lepas
pantai
di
Feodosia,
Krimea,
yang
saat
ini
diduduki
sementara
[oleh
Rusia],”
kata
militer
Ukraina
dalam
sebuah
posting
di
media
sosial.

Otoritas
Rusia
di
Krimea
mengonfirmasi
bahwa
sebuah
depot
minyak
di
kota
pelabuhan
Laut
Hitam
terbakar,
tetapi
tidak
ada
korban
jiwa.
Kota
itu
berpenduduk
sekitar
70.000
orang.

Sementara
itu,
Kementerian
Pertahanan
Rusia
melaporkan
bahwa
12
dari
21
pesawat
nirawak
serang
yang
dikerahkan
Ukraina
jatuh
di
semenanjung
tersebut
semalam.

“Terminal
Feodosia
adalah
terminal
distribusi
BBM
terbesar
di
Krimea,
yang
digunakan,
antara
lain,
untuk
memenuhi
kebutuhan
angkatan
bersenjata
Rusia
yang
menduduki
wilayah
tersebut,”
kata
militer
Ukraina,
sambil
berjanji
untuk
melanjutkan
serangan
semacam
itu.

Ukraina
bersikeras
serangan
itu
adalah
pembalasan
yang
adil
atas
serangan
Rusia
terhadap
infrastruktur
energinya
sendiri
yang
telah
menjerumuskan
jutaan
orang
ke
dalam
kegelapan.

Secara
terpisah,
otoritas
Ukraina
mengatakan
tiga
warga
sipil
tewas
dalam
serangan
Rusia
semalam

dua
bersaudara
berusia
35
dan
38
tahun
di
wilayah
timur
Sumy,
dan
seorang
perempuan
berusia
61
tahun
di
wilayah
Kherson
selatan.

Pasukan
Rusia
meluncurkan
beberapa
rudal
dan
puluhan
drone
ke
Ukraina
semalam,
kata
Angkatan
Udara
Ukraina.
Dua
rudal
berhasil
ditembak
jatuh
di
atas
ibu
kota,
dan
yang
ketiga
meledak
di
dekat
lapangan
terbang
di
wilayah
Khmelnytskyi
tengah.

Otoritas
Ukraina
mengatakan
puing-puing
dari
rudal
yang
jatuh
mendarat
di
dekat
taman
kanak-kanak.

[ah/rs]

Source