Presiden
Uni
Emirat
Arab
(UEA)
Sheikh
Mohammed
bin
Zayed
Al
Nahyan
mengatakan
kepada
Menteri
Luar
Negeri
Amerika
Serikat
Marco
Rubio
bahwa
UEA
menolak
“upaya
apa
pun
untuk
memindahkan
rakyat
Palestina
dari
tanah
mereka.”
Hal
itu
dikemukakan
Rabu
sewaktu
Rubio
mengunjungi
Abu
Dhabi.

Media
pemerintah
UEA
melaporkan
pernyataan
tersebut
dan
mengatakan
presiden
menyoroti
perlunya
mencegah
perluasan
konflik
di
Gaza.
“Ia
juga
menggarisbawahi
pentingnya
mengaitkan
pembangunan
kembali
Gaza
dengan
jalur
yang
mengarah
pada
perdamaian
yang
komprehensif
dan
abadi
berdasarkan
solusi
dua
negara,
sebagai
satu-satunya
cara
memastikan
stabilitas
di
kawasan,”
kata
laporan
itu.

Para
pemimpin
Arab
telah
menolak
rencana
yang
diusulkan
Presiden
Amerika
Serikat
Donald
Trump
agar
rakyat
Palestina
meninggalkan
Gaza
ke
negara-negara
lain
di
kawasan,
dan
bahwa
Amerika
Serikat
mengambil
alih
dan
mengambil
alih
wilayah
kantong
Palestina
itu.

Kunjungan
Rubio
itu
merupakan
bagian
dari
lawatan
ke
beberapa
negara
yang
juga
mencakup
pembicaraan
dengan
para
pemimpin
di
Israel
dan
Arab
Saudi,
yang
berlangsung
sewaktu
tahap
pertama
gencatan
senjata
antara
Israel
dan
Hamas
di
Jalur
Gaza
memasuki
pekan-pekan
terakhirnya.


Pembebasan
sandera

Seorang
pemimpin
tertinggi
Hamas,
Selasa
(18/2)
mengatakan
bahwa
kelompok
militan
itu
berencana
membebaskan
lagi
enam
orang
Israel
yang
disandera
dari
penahanan
mereka
di
Gaza
pada
hari
Sabtu
dan
menyerahkan
empat
jenazah
lainnya
pada
hari
Kamis.

Pemimpin
Hamas
Khalil
al-Hayya
mengeluarkan
pengumuman
mengejutkan
itu
dalam
sebuah
pernyataan
yang
direkam,
tampaknya
merupakan
tanggapan
atas
keputusan
Israel
untuk
mengizinkan
rumah
mobil
dan
peralatan
konstruksi
yang
telah
lama
diminta
memasuki
Jalur
Gaza.

Enam
sandera
yang
masih
hidup
itu
merupakan
kelompok
terakhir
yang
akan
dibebaskan
berdasarkan
tahap
pertama
dalam
perjanjian
gencatan
senjata
yang
berakhir
pada
awal
Maret.
Hamas
diyakini
masih
menahan
sekitar
70
sandera
lainnya,
setengahnya
masih
hidup.
Empat
jenazah
sandera
lainnya
akan
diserahkan
pekan
depan.

Sejauh
ini
selama
gencatan
senjata,
Hamas
telah
membebaskan
24
sandera,
dan
Israel
membebaskan
lebih
dari
1.000
orang
Palestina
yang
dipenjarakan.

Pihak-pihak
yang
berperang
belum
merundingkan
tahap
kedua
gencatan
senjata
yang
lebih
sulit.
Dalam
tahap
tersebut,
Hamas
mengatakan
hanya
akan
membebaskan
sisa
sandera
sebagai
imbalan
atas
penghentian
pertempuran
yang
permanen
dan
penarikan
penuh
pasukan
Israel
dari
Gaza.

Sementara
itu,
Israel
belum
mundur
dari
tujuannya,
yang
didukung
Amerika
Serikat,
untuk
menghapuskan
peran
militer
atau
pemerintahan
apa
pun
bagi
Hamas
di
Gaza.

[uh/jm]

Source