
ANKARA,
Turki
—
Otoritas
komunikasi
Turki
memblokir
akses
ke
platform
media
sosial
Instagram,
Jumat
(2/8).
Pemblokiran
tersebut
merupakan
penindakan
keras
terbaru
terhadap
situs-situs
web
di
negara
tersebut.
Otoritas
Teknologi
Informasi
dan
Komunikasi,
yang
mengatur
internet,
mengumumkan
pemblokiran
tersebut
pada
Jumat
pagi
tetapi
tidak
memberikan
alasannya.
Surat
kabar
Sabah,
yang
dekat
dengan
pemerintah,
mengatakan
akses
diblokir
sebagai
respons
terhadap
Instagram
yang
menghapus
kiriman
oleh
para
pengguna
Turki
yang
menyatakan
belasungkawa
atas
terbunuhnya
pemimpin
politik
Hamas,
Ismail
Haniyeh.
Pemblokiran
terjadi
beberapa
hari
setelah
Fahrettin
Altun,
direktur
komunikasi
kepresidenan
dan
ajudan
Presiden
Recep
Tayyip
Erdogan,
mengkritik
platform
milik
Meta
itu
karena
mencegah
para
pengguna
di
Turki
mengunggah
pesan
belasungkawa
untuk
Haniyeh.
Berbeda
dengan
sekutu
Baratnya,
Turki
tidak
menganggap
Hamas
sebagai
organisasi
teror.
Sebagai
seorang
kritikus
keras
atas
tindakan
militer
Israel
di
Gaza,
Erdogan
menggambarkan
kelompok
tersebut
sebagai
“pejuang
pembebasan.”
Negara
ini
memperingati
hari
berkabung
Haniyeh
pada
Jumat,
dengan
mengibarkan
bendera
setengah
tiang.
Turki
memiliki
rekam
jejak
dalam
menyensor
media
sosial
dan
situs
web.
Ratusan
ribu
domain
telah
diblokir
sejak
2022,
menurut
Freedom
of
Expression
Association,
sebuah
organisasi
nirlaba
yang
mengumpulkan
kembali
pengacara
dan
aktivis
hak
asasi
manusia.
Platform
berbagi
video
YouTube
diblokir
dari
2007
hingga
2010.
[ft/es]