Kedumim
adalah
komunitas
kecil
yang
mayoritas
penghuninya
komuter
di
bagian
utara
Tepi
Barat
yang
dibangun
pada
pertengahan
1970-an.
Daniella
Weiss,
seorang
tokoh
pemukim,
dan
anak-anaknya
adalah
salah
satu
keluarga
Yahudi
pertama
yang
tinggal
di
Kedumim.
Mereka
tinggal
di
tenda-tenda
tanpa
aliran
air
bersih.

Sekarang
ini,
ia
berharap
presiden
terpilih
Amerika
Serikat
Donald
Trump
akan
menerima
kedaulatan
penuh
dan
pencaplokan
permukiman
Tepi
Barat,
tanpa
ada
ketentuan
mengenai
negara
Palestina.

“Presiden
Amerika
Serikat
yang
mengatakan
‘saya
akan
memberi
Anda
hadiah.
Saya
akan
memberi
Anda
kedaulatan,
tetapi
Anda
tidak
boleh
membahasnya.’
Tidak,
ini
semua
milik
kita.
Harus
mampu
mengatakan
bahwa
ini
semua
milik
kita,
mengapa?
Karena
ini
adalah
janji
Tuhan
kepada
Abraham,”
katanya.

Menteri
Keuangan
Israel
Bezalel
Smotrich
juga
tinggal
di
sana.
Ia
memperkirakan
bahwa
pada
2025,
Israel
akan
menganeksasi
daerah
yang
dikenal
sebagai
Area
C,
yakni
60
persen
wilayah
Tepi
Barat
yang
berisi
permukiman
Yahudi
dan
tempat
tinggal
bagi
lebih
dari
500
ribu
pemukim.
Dua
setengah
juta
orang
Palestina
kebanyakan
tinggal
di
daerah
yang
ditetapkan
sebagai
Area
A
dan
B
di
Tepi
Barat
yang
berada
di
bawah
kendali
sebagian
atau
penuh
Otoritas
Palestina.

FILE - Pemukiman Yahudi di Tepi Barat, Efrat, Kamis, 10 Maret 2022. (Maya Alleruzzo/AP)

FILE

Pemukiman
Yahudi
di
Tepi
Barat,
Efrat,
Kamis,
10
Maret
2022.
(Maya
Alleruzzo/AP)

Aneksasi
Israel
terhadap
wilayah
sengketa
ini
menonjol
dalam
kebijakan
Timur
Tengah
pada
masa
jabatan
pertama
Trump,
yang
mengakui
kontrol
Israel
atas
Dataran
Tinggi
Golan.
Mike
Huckabee,
yang
ditunjuk
Trump
sebagai
duta
besar
Israel,
telah
lama
mendukung
kuat
permukiman
Yahudi
di
Tepi
Barat.
Seperti
halnya
para
pemukim
Yahudi,
ia
menyebut
teritori
itu
berdasarkan
namanya
di
Alkitab,
Yudea
dan
Samaria.

“Saya
mengakui
Yudea
dan
Samaria
sebagai
bagian
dari
Israel.
Dan
saya
percaya
bahwa
yang
terpenting
adalah
kita
menyadari
ada
lebih
banyak
orang
Yahudi
tinggaI
di
Yudea
dan
Samaria
daripada
yang
disadari
kebanyakan
orang,
dan
jumlahnya
signifikan.
Ini
merupakan
bagian
penting
dari
keamanan
Israel,”
sebut
Huckabee.

Sebagian
analis,
termasuk
yang
tinggal
di
Tepi
Barat,
mengatakan,
Israel
harus
berhati-hati
soal
aneksasi
wilayah
secara
sepihak.
Hodaya
Karish-Hazony,
koresponden
diplomatik
surat
kabar
garis
keras
Makor
Rishon,
mengatakan,
“Kalau
Anda
benar-benar
mengira
dan
saya
pikir
juga
demikian,
bahwa
kedaulatan
adalah
salah
satu
hal
yang
dapat
membuat
Israel
benar-benar
aman
dan
terjamin
masa
depannya,
Anda
harus
melakukannya
secara
bijak
dan
Anda
harus
melakukannya
bersama-sama
dengan
pemerintah
Amerika.”

Para
pemukim
lain
khawatir
keputusan
untuk
menganeksasi
sebagian
Tepi
Barat
dapat
menyebabkan
kerusuhan
lebih
lanjut.
Hanan
Moses,
profesor
ilmu
politik
di
Herzog
College
yang
tinggal
di
Kedumim,
mengatakan,
“Saya
pribadi
mendukung
aneksasi,
tetapi
saya
tidak
ingin
ini
membuat
masyarakat
terpecah
belah
lagi.
Sudah
ada
gerakan
permukiman
yang
kuat
di
sini.
Tetapi
kelompok
kiri
menentangnya.
Perpecahan
di
antara
kita
melemahkan
kita.”

Sebagian
tokoh
pemukim,
termasuk
Daniella
Weiss,
bahkan
ingin
melangkah
lebih
jauh
daripada
sekadar
aneksasi
Tepi
Barat.
Mereka
mengatakan
mereka
telah
bersiap-siap
untuk
membangun
permukiman
Yahudi
di
Jalur
Gaza
yang
dievakuasi
pada
tahun
2005.

[uh/ab]

Source