Jakarta
(ANTARA)

Calon
Menteri
Pertahanan
(Menhan)
Amerika
Serikat,
Pete
Hegseth
tengah
menjadi
sorotan
dunia
lantaran
dirinya
tidak
mampu
menyebutkan
negara-negara
ASEAN.
Kejadian
tersebut
terjadi
di
acara ‘Fit
and
Proper-test’

yang
diadakan
pada
Selasa
(14/1)
mengenai
kualitas
dan
kredibilitas
Pete
Hegseth.

Calon
Menteri
Pertahanan
Amerika
Serikat
yang
diusulkan
oleh
Presiden
Donald
Trump,
tiba-tiba
menjadi
pusat
perhatian
dan
hal
ini
memicu
perdebatan
terkait
kedudukan
jabatan
yang
akan
Pete
Hegseth
jalani
kedepannya.

Pada
acara
sidang
konfirmasi
senat,
salah
satu
Senator
Tammy
Duckworth
memberikan
pertanyaan
untuk
mengetahui
pemahaman
sekaligus
pengetahuan
Pete
Hegseth.
Dalam
pertanyaannya
membahas
tentang
isu
strategis
kawasan
Indo-Pasifik.

Karena,
pada
dasarnya
ASEAN
yang
terdiri
dari
sepuluh
negara
di
Asia
Tenggara
dan
termasuk
Indonesia,
selama
ini
telah
menjalin
kemitraan
sejak
2022
dengan
Amerika
Serikat.
Terutama
pada
peran
strategis
ASEAN
memiliki
pengaruh
yang
sangat
besar
terhadap
menyeimbangkan
Negara
China
(Tiongkok)
di
kawasannya.

Senator
Tammy
Duckworth
menanyakan
kepada
Pete
Hegseth
berapa
banyak
negara
yang
menjadi
anggota
ASEAN
dan
apakah
dia
bisa
menyebutkan
satu
anggotanya.



Baca
juga:

Presiden
Panama
pertimbangkan
adukan
Trump
ke
PBB

Dalam
tanggapannya
yang
dilansir
oleh
ABC
News,
Hegseth
mengaku
tidak
tahu
jumlah
pasti
negara
anggota
ASEAN.
Ia
malah
menyebutkan
sekutu-sekutu
AS
seperti
Korea
Selatan,
Jepang,
dan
negara-negara
dalam
aliansi
AUKUS
seperti
Australia.

“Saya
tidak
tahu
jumlah
tepatnya,
tapi
saya
tahu
kami
memiliki
sekutu
di
Korea
Selatan,
Jepang,
dan
dalam
AUKUS
dengan
Australia,”
ujar
Hegseth.

Duckworth
kemudian
mengoreksi
pernyataan
Hegseth,
menegaskan
bahwa
ketiga
negara
tersebut
bukan
bagian
dari
ASEAN.

“Tidak
ada
dari
ketiga
negara
itu
yang
termasuk
dalam
ASEAN,”
kata
Duckworth,
Ia
juga
menyarankan
Hegseth
untuk
mempelajari
lebih
banyak
tentang
kawasan
tersebut.

Pertanyaan
yang
sederhana
diberikan
oleh
Senator
Tammy
Duckworth
itu,
secara
tidak
langsung
mengharuskan
Pete
Hegseth
untuk
mempersiapkan
keseluruhannya
dengan
matang.
Terlebih
dalam
menduduki
posisi
Menteri
Pertahanan
Pete
Hegseth
harus
siap
dan
dengan
mudah
menghadapi
setiap
tantangan
global
yang
lebih
kompleks.

Lantas
seperti
apakah
sosok
Pete
Hegseth
yang
digadang
calon
Menteri
Pertahanan
Amerika
Serikat
yang
diusulkan
oleh
Donald
Trump?
Berikut
ini
profil
yang
telah
dirangkum
dari
berbagai
sumber.



Baca
juga:

Anggota
DPR
AS
usulkan
RUU
negosiasi
penyerahan
Greenland
dari
Denmark


Profil
Pete
Hegseth

Pete
Brian
Hegseth
merupakan
seorang
pembawa
acara
berita
Fox

News

di
Amerika
Serikat.
Pria
yang
lahir
pada
6
Juni
1980
di
Minneapolis,
Minnesota,
Amerika
Serikat
ini
memiliki
segudang
prestasi
di
bidang
olahraga
yaitu
sepak
bola
dan
basket,
sekaligus
memberikan
citra
yang
gemilang
pada
masa
sekolahnya.

Sejak
kecil
Pete
Hegseth
tumbuh
besar
di
Forest
Lake,
Minnesota
hingga

High
School
.
Kemudian,
dirinya
melanjutkan
pendidikan
ke
jenjang
yang
lebih
tinggi
di
bidang
Politik
dan
berhasil
meraih
gelar
sarjana
di
Princeton

University

pada
tahun
2003.

Untuk
memperoleh
gelar
sarjananya,
Pete
Hegseth
menulis
tesis
tentang
retorika
kepresidenan
selama
masa
Perang
Dingin
dan
dari
situlah
menunjukkan
minatnya
dengan
menggali
isu-isu
global.
Di
tahun
yang
sama
pun
pada
2003,
Pete
Hegseth
memulai
awal
kariernya
dengan
bergabung
di
dunia
militer
sebagai
perwira
infanteri
di
Garda
Nasional
Minnesota.

Pete
Hegseth
bertugas
dalam
misi
Guantanamo
Bay,
Irak
dan
Afghanistan
dan
diri
bentuk
partisipasi
selama
penugasan,
dirinya
sempat
mendapatkan
penghargaan

Bronze
Star

dan

Army
Commendation

Medal.
Dari
kemiliteran
tersebut
memberikan
pandangan
terbuka
sekaligus
wawasan
luas
kepada
dirinya
terkait
isu-isu
pertahanan
serta
kebijakan
militer.



Baca
juga:

Denmark
sebut
Trump
masih
enggan
cabut
ancaman
tarif

Pada
tahun
2013,
Pete
Hegseth
kembali
melanjutkan
pendidikan
untuk
meraih
gelar

Master
of
Public
Policy

dari
John.
F
Kennedy

School
of
Government
di
Harvad
Universty
.
Hal
ini
berlandaskan
agar
Pete
Hegseth
memiliki
landasan
teoritis
yang
cukup
kuat
terhadap
kariernya
di
dunia
militer.

Tak
hanya
aktif
di
dunia
militer,
Pete
Hegseth
pun
aktif
di
beberapa
organisasi
veteran
salah
satunya
Vets

Freedom

dan

Concerced
Veterans
for
America
.

Dengan
perjalanan
karier
yang
sangat
berkembang,
tak
jarang
pula
Pete
Hegseth
mengalami
kontroversi
yang
membuat
pencitraan
kariernya
menjadi
buruk.
Terutama
pada
dunia
publikasi,
dirinya
dikenal
sebagai
seorang
komentator
konservatif
di
Fox

News

hingga
mengeluarkan
pendapat
kontroversial.

Hal
ini
terjadi
kembali
pada
saat
sidang
konfirmasi
Senat,
saat
Pete
Hegseth
diberikan
pertanyaan
oleh
Senator
Tammy
Duckworth
mengenai
ASEAN.
Dirinya
menjawab
negara-negara
yang
bahkan
bukan
termasuk
Asean
yang
disebutkan
seperti
Korea
Selatan,
Jepang
hingga
Australia.

Dari
situlah
calon
Kementerian
Pertahanan
usulan
Donald
Trump
ini
mendapatkan
perdebatan
terkait
karier
atau
jabatan
yang
akan
Pete
Hegseth
ambil.
Sehingga
hal
ini,
diperlukan
kesiapan
yang
lebih
matang
dalam
menghadapi
tantangan
global
yang
lebih
kompleks.



Baca
juga:

Pajaki
pengusaha
asing,
Trump
akan
bentuk
Dinas
Pendapatan
Eksternal



Baca
juga:

Beijing
jawab
calon
Menlu
AS
soal
China
jadi
musuh
paling
berbahaya

Pewarta:
Sean
Anggiatheda
Sitorus
Editor:
Suryanto
Copyright
©
ANTARA
2025

Source