
Sebuah
serangan
rudal
oleh
pemberontak
Houthi
Yaman
menghantam
sebuah
kapal
kontainer
berbendera
Liberia
yang
sedang
melakukan
perjalanan
melalui
Teluk
Aden,
kata
otoritas
pada
hari
Minggu
(4/8),
menandai
serangan
pertama
yang
dilakukan
kelompok
tersebut
sejak
serangan
udara
Israel
menargetkan
mereka.
Houthi
tidak
memberi
penjelasan
mengenai
jeda
dua
minggu
dalam
serangan
mereka
terhadap
pelayaran
melalui
koridor
Laut
Merah,
yang
telah
mengalami
penurunan
serupa
sejak
serangan
dimulai
pada
bulan
November
atas
respons
terhadap
perang
antara
Israel
dan
Hamas
di
Jalur
Gaza.
Namun,
serangan
tersebut
kembali
terjadi
menyusul
pembunuhan
terhadap
pemimpin
Hamas
Ismail
Haniyeh
di
Iran,
penyokong
utama
Houthi,
di
tengah
kekhawatiran
baru
atas
pecahnya
perang
menjadi
konflik
regional.
Para
pemberontak
secara
terpisah
mengatakan
bahwa
mereka
menembak
jatuh
sebuah
drone
mata-mata
AS
pada
hari
Minggu
lalu,
mempublikasikan
gambar
pecahan
pesawat
tersebut
di
sisi
gunung.
Serangan
pada
hari
Sabtu
(3/8)
terjadi
sekitar
225
kilometer
(140
mil)
sisi
tenggara
Aden
di
bentangan
Teluk
Aden
yang
telah
banyak
terjadi
serangan
Houthi
sebelumnya.
Rudal
tersebut
menghantam
kapal
kontainer
Groton
tepat
di
atas
garis
airnya,
menyebabkan
kerusakan
kecil,
kata
Pusat
Informasi
Maritim
Gabungan
(JMIC),
sebuah
koalisi
multinasional
yang
diawasi
oleh
Angkatan
Laut
AS.
Serangan
rudal
sebelumnya
tidak
mengenai
kapal
tersebut,
kata
JMIC.
“Semua
kru
di
kapal
dalam
keadaan
selamat,”
kata
pusat
informasi
tersebut. “Kapal
itu
dilaporkan
beralih
ke
pelabuhan
terdekat.”
Kapal
Groton
telah
meninggalkan
wilayah
Fujairah,
Uni
Emirat
Arab,
dan
bergerak
menuju
Jeddah,
Arab
Saudi.
Manajer
Groton
yang
berkebangsaan
Yunani
tidak
menanggapi
permintaan
untuk
memberikan
komentar.
Brigjen
Yahya
Saree,
juru
bicara
militer
Houthi,
mengklaim
serangan
tersebut
dalam
sebuah
pernyataan
yang
direkam
pada
hari
Minggu
sore.
Para
pemberontak
telah
menarget
lebih
dari
70
kapal
dengan
rudal
dan
drone
dalam
sebuah
operasi
yang
menewaskan
empat
pelaut.
Mereka
telah
menyita
satu
kapal
dan
menenggelamkan
dua
kapal
sejak
saat
itu.
Rudal
dan
pesawat
tak
berawak
lainnya
telah
dicegat
oleh
koalisi
pimpinan
AS
di
Laut
Merah,
atau
dijatuhkan
sebelum
mencapai
target.
Houthi
menyatakan
bahwa
serangan
mereka
menyasar
kapal-kapal
yang
terkait
dengan
Israel,
Amerika
Serikat,
atau
Inggris,
sebagai
bagian
dari
operasi
pemberontakan
yang
mereka
sebut
bertujuan
untuk
mengakhiri
perang
Israel-Hamas
di
Jalur
Gaza.
Namun,
banyak
kapal
yang
diserang
hanya
memiliki
sedikit,
atau
bahkan
tidak
memiliki
hubungan
dengan
perang
–
termasuk
beberapa
kapal
yang
menuju
Iran.
Dalam
kasus
Groton,
JMIC
mengatakan
bahwa
kapal
tersebut “ditargetkan
karena
kapal
lain
dalam
struktur
perusahaannya
melakukan
kunjungan
pelabuhan
baru-baru
ini
di
Israel.”
Houthi
juga
telah
meluncurkan
pesawat
tak
berawak
dan
rudal
ke
arah
Israel,
termasuk
serangan
pada
19
Juli
yang
menewaskan
satu
orang
dan
melukai
10
orang
lainnya
di
Tel
Aviv.
Israel
merespons
keesokan
harinya
dengan
serangan
udara
ke
kota
pelabuhan
Hodeida
yang
dikuasai
Houthi.
Menurut
kelompok
tersebut,
serangan
itu
menghantam
depot
bahan
bakar
dan
gardu
listrik,
menewaskan
dan
melukai
sejumlah
orang.
[th/rs]