London

Tagar #BlackLivesMatter yang dipicu oleh kematian George Floyd di Amerika Serikat bergema di media sosial. Di tengah ramainya tagar itu, kematian seorang gadis kecil bernama Shukri Yahye-Abdi di Inggris pun diungkit lagi. Kasus Shukri yang meninggal karena tenggelam, diduga sengaja ditutupi oleh polisi karena etnisnya.

Seperti dilansir dari BBC, Shukri Abdi meninggal dunia setelah terakhir kali terlihat di Sungai Irwell di kota Bury, Inggris pada 27 Juni 2019 silam. Polisi setempat awalnya sempat menyelidiki kematian anak perempuan berumur 12 tahun keturunan Somalia itu.

Namun, muncul keluhan terhadap Kepolisian Manchester Raya (GMP), karena polisi dianggap mengakhiri penyelidikan terlalu dini dan memperlakukan kasus Shukri dengan berbeda karena latar belakang etnisnya.

Kantor Independen untuk Perilaku Polisi (IOPC) memimpin penyelidikan ini. Kepolisian GMP diduga gagal melakukan penyelidikan yang efektif dan secara prematur menyimpulkan kematian Shukri tidak mencurigakan.

Sementara itu, keluarga Shukri mengatakan bahwa mereka tidak percaya kematiannya adalah murni kecelakaan. Sebabnya, keluarga menyakini bahwa Shukri tidak mungkin bermain di dekat sungai, lantaran dia tidak bisa berenang.

Setelah kematiannya, GMP mengatakan pihaknya memperlakukan apa yang terjadi sebagai “insiden tragis” dan tidak percaya ada keadaan yang mencurigakan.

Amanda Rowe, direktur regional IOPC, mengkonfirmasi penyelidikannya telah selesai pada bulan Januari. Dia menambahkan semua keluhan “diperlakukan dengan sangat serius dan dinilai dengan sangat hati-hati”.

Source