
Perdana
Menteri
Australia
Anthony
Albanese,
Sabtu
(13/7),
menolak
kritik
Rusia
terhadap
penangkapan
pasangan
yang
tinggal
di
Brisbane
yang
dituduh
sebagai
mata-mata
Moskow.
Ia
meminta
Kremlin
untuk
tidak
ikut
campur.
Albanese
mengatakan
Rusia
“tidak
memiliki
kredibilitas”,
dan
menuduh
Moskow
terlibat
dalam
“spionase
di
sini
(Australia-red)
dan
di
seluruh
dunia”.
“Rusia
bisa
menerima
pesan
ini:
mundur,”
tambahnya,
berbicara
di
sebuah
acara
di
Brisbane.
Albanese
menanggapi
kritik
dari
Kedutaan
Rusia
setelah
polisi
Australia
pada
Jumat
(12/7)
mengatakan
mereka
mendakwa
seorang
perempuan
berusia
40
tahun
dan
suaminya
yang
berusia
62
tahun
dengan
tuduhan
pelanggaran
spionase.
Keduanya
pemegang
paspor
Rusia.
Dalam
sebuah
kiriman
teks
di
platform
media
sosial
X,
Kedutaan
Besar
Rusia
di
Canberra
mengatakan
penangkapan
dan
liputan
media
tersebut “dimaksudkan
untuk
meluncurkan
gelombang
paranoia
anti-Rusia
lainnya
di
Australia”.
Kedutaan
mengatakan
telah
meminta
informasi
tertulis
resmi
dari
pihak
berwenang
Australia
mengenai
situasi
tersebut.
Pasutri
tersebut,
yang
ditangkap
di
rumah
mereka
di
Brisbane
pada
Kamis
(11/7),
dituduh
mengakses
materi
terkait
keamanan
nasional
dari
militer
Australia.
Mereka
terancam
mendapatkan
hukuman
hingga
15
tahun
penjara
jika
terbukti
bersalah.
Tersangka
perempuan
adalah
seorang
prajurit
di
angkatan
pertahanan
Australia
dan
telah
bekerja
di
sana
selama
beberapa
tahun
sebagai
teknisi
sistem
informasi,
kata
polisi
Australia.
Dia
diduga
melakukan
perjalanan
ke
Rusia
selama
cuti
jangka
panjang
dari
militer.
Selama
berada
di
Rusia,
dia
disebut
memberi
tahu
suaminya,
seorang
pekerja
mandiri,
cara
masuk
ke
akun
resminya
di
rumahnya
di
Australia.
Polisi
menuduh
suaminya
akan
mengakses
materi
yang
diminta
dan
mengirimkannya
ke
istrinya
di
Rusia.
Perempuan
yang
dituduh
dan
suaminya
itu
memperoleh
kewarganegaraan
Australia
masing-masing
pada
tahun
2016
dan
2020,
menurut
polisi.
Pasangan
itu
hadir
secara
terpisah
di
pengadilan
Brisbane
pada
Jumat.
Keduanya
akan
ditahan
hingga
sidang
berikutnya
pada
20
September.
Albanese
juga
mengkritik
Kremlin
atas
konflik
yang
sedang
berlangsung
di
Ukraina.
“Pesan
untuk
Rusia
adalah:
bagaimana
kalau
Anda
keluar
dari
Ukraina
dan
menghentikan
perang
ilegal
dan
tidak
bermoral
yang
Anda
lakukan,”
tambahnya.
Ia
juga
meminta
Rusia “berhenti
mencampuri
urusan
dalam
negeri
negara-negara
berdaulat
lainnya”.
“Ini
adalah
negara
yang
tidak
menghormati
hukum
internasional
dan
mereka
harus
dipandang
rendah,
itulah
pandangan
saya
terhadap
mereka,”
tambah
Albanese.
[ah/ft]