
Menteri
Pertahanan
AS
Lloyd
Austin
pada
Rabu
(23/10)
menyatakan
“kekhawatiran
yang
mendalam”
kepada
mitranya
dari
Israel,
Yoav
Gallant,
terkait
serangan
terhadap
tentara
Lebanon
yang
menewaskan
tiga
personel
pada
akhir
pekan
lalu.
Militer
Lebanon
mengatakan
pada
hari
Minggu
(20/10)
bahwa
sebuah
serangan
Israel
telah
menargetkan
kendaraan
mereka
di
bagian
selatan
negara
itu,
di
mana
Israel
mengatakan
bahwa
mereka
menggempur
kubu-kubu
Hizbullah
yang
didukung
oleh
Iran.
Kematian
itu
menambah
jumlah
korban
tentara
Lebanon
menjadi
delapan
orang
yang
tewas
sejak
perang
antara
Israel
dan
Hizbullah
meningkat
pada
bulan
lalu.
Dalam
pembicaraan
telepon
dengan
dengan
Gallant
pada
hari
Rabu,
Austin
“menyatakan
kekhawatirannya
yang
mendalam
tentang
laporan
serangan
terhadap
Angkatan
Bersenjata
Lebanon,”
kata
juru
bicara
Pentagon
Mayor
Jenderal
Pat
Ryder
dalam
sebuah
pernyataan.
Dia
menambahkan
bahwa
Austin
“menekankan
pentingnya
mengambil
semua
langkah
yang
diperlukan
untuk
memastikan
keselamatan
dan
keamanan
Angkatan
Bersenjata
Lebanon
dan
pasukan
UNIFIL,”
mengacu
pada
pasukan
penjaga
perdamaian
PBB
di
Lebanon.
UNIFIL
telah
menuduh
Israel
menyerang
anggotanya
beberapa
kali
dalam
beberapa
minggu
terakhir.
Austin
juga
menyampaikan
belasungkawa
atas
tewasnya
seorang
komandan
brigade
Israel
di
Gaza
utara,
di
mana
pasukan
Israel
terlibat
dalam
serangan
besar
yang
menargetkan
Hamas.
Kolonel
Ahsan
Daksa
terbunuh
di
daerah
Jabalia
saat
sebuah
bahan
peledak
menghantamnya
ketika
ia
meninggalkan
tanknya,
kata
militer
Israel
pada
hari
Minggu.
[th/ab]