
Setelah
para
pejabat
dan
diplomat
NATO
menerima
pengarahan
dari
delegasi
intelijen
dan
militer
Korea
Selatan,
Sekretaris
Jenderal
NATO
Mark
Rutte
kepada
para
wartawan
di
Brussel,
mengatakan,
“Kerja
sama
militer
yang
semakin
dalam
antara
Rusia
dan
Korea
Utara
merupakan
ancaman
bagi
keamanan
Indo-Pasifik
dan
Euro-Atlantik.”
Rutte
mengatakan
pengerahan
3.000
tentara
Korea
Utara
itu
merupakan
“eskalasi
yang
signifikan”
dari
keterlibatan
Pyongyang
dalam
“perang
ilegal
Rusia”
di
Ukraina;
sebuah
pelanggaran
resolusi
Dewan
Keamanan
PBB
dan
“perluasan
yang
berbahaya”
dari
perang
yang
telah
berlangsung
selama
32
bulan
itu.
Rutte
menambahkan
pengerahan
pasukan
Korea
Utara
merupakan
tanda
“keputusasaan
Presiden
Rusia
Vladimir
Putin
yang
semakin
besar.”
“Lebih
dari
600.000
tentara
Rusia
telah
terbunuh
atau
terluka
dalam
perang
Putin
dan
dia
tidak
bisa
mempertahankan
serangannya
terhadap
Ukraina
tanpa
dukungan
asing,”
kata
Rutte.
Kremlin
telah
menepis
laporan
mengenai
pengerahan
pasukan
Korea
Utara
sebagai
“berita
palsu.”
Namun,
Putin
pekan
lalu
tidak
menyangkal
bahwa
pasukan
Korea
Utara
saat
ini
berada
di
Rusia,
dan
mengatakan
bahwa
terserah
kepada
Moskow
untuk
memutuskan
bagaimana
mengerahkannya
–
sebagai
bagian
dari
pakta
pertahanan
keamanan
bersama
yang
ditandatanganinya
dengan
pemimpin
Korea
Utara
Kim
Jong
Un
pada
bulan
Juni.
Bertolak
belakang
dengan
komentar
Putin,
seorang
perwakilan
Korea
Utara
untuk
PBB
di
New
York
pekan
lalu
menyebut
laporan
pengerahan
pasukan
Pyongyang
di
Rusia
sebagai
“rumor
yang
tidak
berdasar.”
Peperangan
dengan
Drone
Di
medan
perang,
militer
Ukraina
pada
hari
Senin
mengatakan
pasukan
Rusia
melakukan
serangan
dengan
100
drone
dalam
satu
malam,
yang
menarget
sejumlah
kawasan
di
Ukraina.
Angkatan
Udara
Ukraina
mengatakan
telah
menembak
jatuh
66
drone,
di
mana
sebagian
besar
pencegatan
terjadi
di
wilayah
Cherkasy,
Khmelnytskyi,
dan
Kyiv.
Pertahanan
udara
Ukraina
juga
menembak
jatuh
drone
di
atas
Chernihiv,
Dnipropetrovsk,
Kharkiv,
Kirovohrad,
Mykolaiv,
Poltava,
Rivne,
Ternopil,
dan
Zhytomyr.
Namun
Gubernur
Kherson
Oleksandr
Prokudin
mengatakan
melalui
Telegram
bahwa
serangan
Rusia
ke
pemukiman
di
kota
Kherson,
menewaskan
setidaknya
dua
orang.
Di
Kharkiv,
para
pejabat
melaporkan
adanya
serangan
hulu
ledak
kendali
dan
bombardir
oleh
Rusia,
termasuk
serangan
yang
merusak
sebuah
gedung
apartemen
dan
rumah.
Wali
kota
Kharkiv,
Ihor
Terekhov,
mengatakan
melalui
Telegram
bahwa
setidaknya
13
orang
terluka
dalam
serangan
yang
menghantam
tiga
distrik
di
kota
tersebut.
Kementerian
Pertahanan
Rusia
melaporkan
telah
menghancurkan
21
drone
Ukraina
yang
digunakan
dalam
serangan
satu
malam
yang
menyasar
sejumlah
situs
Rusia.
Kementerian
tersebut
mengatakan
pertahanan
udara
Rusia
menghancurkan
13
drone
di
atas
wilayah
Belgorod,
enam
di
atas
Byransk,
satu
di
atas
Voronezh,
dan
satu
di
atas
Kursk.
Gubernur
Voronezh
Alexander
Gusev
mengatakan
drone
telah
merusak
dua
tempat
usaha
dan
melukai
dua
orang.
[th/em]