Sekretaris
Jenderal
Pakta
Pertahanan
Atlantik
Utara
(NATO),
Mark
Rutte,
Selasa
(12/11)
mendesak
negara-negara
Barat
untuk
meningkatkan
dukungan
terhadap
Ukraina
dalam
melawan
invasi
Rusia.
Ia
menekankan
bahwa
Kyiv
membutuhkan
lebih
dari
sekadar
kemampuan
untuk
terus “berperang”.

“Kita
harus
berbuat
lebih
dari
sekadar
membuat
Ukraina
tetap
berjuang,”
kata
Rutte
kepada
wartawan
menjelang
pembicaraan
di
Paris
dengan
Presiden
Prancis
Emmanuel
Macron.

“Kita
perlu
meningkatkan
tekanan
terhadap
(Presiden
Rusia
Vladimir)
Putin
dan
sekutunya
yang
otoriter,
serta
memberikan
Ukraina
dukungan
yang
dibutuhkan
untuk
mengubah
arah
konflik,”
ujar
Rutte.

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte di Giorgia Meloni di Roma pada 5 November 2024. (Foto: AFP)

Sekretaris
Jenderal
NATO
Mark
Rutte
di
Giorgia
Meloni
di
Roma
pada
5
November
2024.
(Foto:
AFP)

“Kita
akan
membahas
pentingnya
mempertahankan
dukungan
saat
Ukraina
bersiap
menghadapi
apa
yang
mungkin
menjadi
musim
dingin
terberat
sejak
2022…
Kita
harus
berkomitmen
kembali
untuk
tetap
pada
jalur
yang
benar,
untuk
jangka
panjang,”
tukasnya.

Rutte
tidak
secara
langsung
menyebutkan
terpilihnya
Donald
Trump
sebagai
presiden
Amerika,
meskipun
sebagian
pihak
khawatir
hal
itu
dapat
mengurangi
dukungan
Washington
untuk
Ukraina.

Namun
dia
menambahkan: “Kita
harus
bersatu

Eropa,
Amerika
Utara,
dan
mitra
global
kita…
Kita
harus
menjaga
aliansi
transatlantik
kita
tetap
kuat.”

Sementara
itu,
Rutte
menyatakan
keprihatinannya
atas
dukungan
yang
diberikan
Iran,
Korea
Utara,
dan
China
kepada
Rusia
dalam
perang
melawan
Ukraina.

“Setelah
mengirimkan
amunisi
dan
rudal
balistik,
Korea
Utara
kini
mengirimkan
pasukan
untuk
bertempur
dan
mati
bersama
Rusia
dalam
perang
ilegalnya,”
kata
Rutte.

Iran
merancang
dan
memasok
pesawat
nirawak
yang
menyerang
Ukraina,
sementara “China
mendukung
perekonomian
Rusia,
memberdayakan
kementerian
pertahanannya,
dan
memperkuat
narasinya
di
panggung
dunia,”
katanya.

“Rusia,
yang
bekerja
sama
dengan
Korea
Utara,
Iran,
dan
China,
tidak
hanya
mengancam
Eropa,
tetapi
juga
mengancam
perdamaian
dan
keamanan.
Ya,
di
sini
di
Eropa,
tetapi
juga
di
Indo-Pasifik
dan
Amerika
Utara,”
ujarnya.

[ah/es]

Source