Menteri
Luar
Negeri
Israel,
Israel
Katz,
Kamis
(26/9)
menolak
usulan
gencatan
senjata
di
sepanjang
perbatasan
Israel-Lebanon.
Pernyataan
ini
disampaikannya
hanya
beberapa
jam
setelah
Uni
Eropa,
Amerika
Serikat,
Prancis
dan
delapan
negara
lainnya
menyerukan
penghentian
pertempuran
selama
21
hari.

“Kami
akan
terus
berperang
melawan
organisasi
teroris
Hizbullah
dengan
segenap
kekuatan
kami
hingga
meraih
kemenangan
dan
kembalinya
penduduk
di
utara
ke
rumah
mereka
dengan
selamat,”
ujar
Katz
di
platform
media
sosial
X.

Kantor
Perdana
Menteri
Israel
Benjamin
Netanyahu
mengatakan
ia
belum
menanggapi
proposal
gencatan
senjata
tersebut,
dan
bahwa
ia
telah
menginstruksikan
militer
Israel
untuk
terus
bertempur
“dengan
kekuatan
penuh.”

Usulan
gencatan
senjata
itu
muncul
pada
Rabu
malam
(25/9)
dalam
sebuah
pernyataan
yang
mengatakan
konflik
antara
Israel
dan
kelompok
militan
Hizbullah
“tidak
dapat
ditolerir
dan
memicu
risiko
eskalasi
regional
yang
lebih
luas
yang
tidak
dapat
diterima.”


Banyak
Negara
Serukan
Gencatan
Senjata
Israel-Lebanon

Pernyataan
multinasional
itu
mengatakan
gencatan
senjata
akan
memungkinkan
negosiasi
menuju
penyelesaian
diplomatik
yang
konsisten
dengan
resolusi
Dewan
Keamanan
PBB,
yang
menyerukan
penghentian
bentrokan
antara
Israel
dan
Hizbullah,
serta
gencatan
senjata
antara
Israel
dan
kelompok
militan
Hamas
di
Jalur
Gaza.

Australia,
Kanada,
Jerman,
Italia,
Jepang,
Arab
Saudi,
Uni
Emirat
Arab,
dan
Qatar
juga
bergabung
dalam
seruan
gencatan
senjata
tersebut,
yang
menyatakan
bahwa
konflik
regional
yang
lebih
luas
“bukan
merupakan
kepentingan
siapa
pun,
baik
bagi
rakyat
Israel
maupun
rakyat
Lebanon.”

Menteri
Luar
Negeri
Perancis
Jean-Noël
Barrot
mengatakan
kepada
Dewan
Keamanan
pada
hari
Rabu
(25/9)
bahwa
ia
akan
melakukan
perjalanan
ke
Beirut
pada
akhir
pekan
ini
untuk
bekerja
sama
dengan
para
pemangku
kepentingan
lokal
dalam
mencari
penyelesaian
diplomatik
atas
konflik
tersebut.

Perkembangan
ini
terjadi
setelah
beberapa
hari
yang
paling
menelan
banyak
korban
jiwa
di
Lebanon
sejak
perang
saudara
berakhir
pada
awal
1990-an.


Israel
Akui
Serang
75
Target
Hizbullah
di
Lebanon

Militer
Israel
pada
hari
Kamis
mengatakan
mereka
telah
melakukan
serangan
udara
terhadap
75
target
Hizbullah
di
Lebanon
selatan
dan
timur,
dan
terus
melakukan
serangan-serangan
baru.
Israel
juga
mendeteksi
sekitar
45
proyektil
yang
menyeberang
dari
Lebanon
ke
wilayahnya.

Kantor
berita
milik
pemerintah
Lebanon
mengatakan
sebuah
serangan
Israel
di
dekat
kota
Baalbek
menghantam
sebuah
bangunan
yang
menampung
para
pekerja
Suriah,
menewaskan
23
orang
dan
melukai
delapan
lainnya.

Para
pejabat
kesehatan
Lebanon
mengatakan
serangan
Israel
menewaskan
50
orang
pada
hari
Rabu,
sehingga
menambah
jumlah
korban
tewas
sejak
hari
Senin
lalu
(23/9)
menjadi
615
orang.
Sementara
itu,
lebih
dari
2.000
orang
lainnya
luka-luka.

[em/uh]

Source