Menteri
Luar
Negeri
Inggris,
David
Lammy,
akan
memperkuat
kerja
sama
keamanan
Inggris
dengan
Indonesia
dan
Korea
Selatan
selama
kunjungan
resminya.
Lawatan
tersebut
juga
diharapkan
membahas
transisi
energi
bersih.

Lammy
dijadwalkan
menghadiri
pelantikan
Presiden
Prabowo
Subianto
pada
Minggu
(20/10).

Selain
itu,
Lammy
melawat
ke
Korea
Selatan
beberapa
hari
setelah
Presiden
Ukraina
Volodymyr
Zelenskyy
menuding
Pyongyang
bersiap
mengirim
10.000
tentara
untuk
mendukung
upaya
perang
Moskow,
yang
menimbulkan
kekhawatiran
di
Amerika
Serikat.
Namun,
Kepala
Pakta
Pertahanan
Atlantik
Utara
(NATO)
Mark
Rutte
menyatakan
bahwa
saat
ini
tidak
ada
bukti
kehadiran
Korea
Utara.

Ketegangan
di
semenanjung
Korea
semakin
meningkat
setelah
serangkaian
uji
coba
rudal
yang
dilakukan
oleh
Korea
Utara
yang
memiliki
kemampuan
nuklir
tahun
ini.

“Mitra
kami
dari
Korea
Selatan
telah
berdiri
bersama
kami
dalam
membela
Ukraina
sambil
berupaya
menjaga
stabilitas
regional
di
semenanjung
Korea,”
kata
Lammy
dalam
pernyataan
yang
dirilis
oleh
kantornya.

“Ini
adalah
pengingat
yang
jelas
tentang
keterkaitan
konflik,
di
mana
Korea
Utara
mendukung
Rusia
dan
memperpanjang
ketegangan
di
perbatasan
Eropa,
sementara
program
senjata
pemusnah
massal
ilegal
mereka
mengancam
keamanan
regional.”

Lammy,
yang
terpilih
pada
Juli
setelah
kemenangan
telak
Partai
Buruh,
baru-baru
ini
mengunjungi
China
di
mana
ia
menjanjikan “konsistensi”
dalam
pendekatan
Inggris
terhadap
China
dan
menggambarkan
pertemuannya
dengan
Menteri
Luar
Negeri
China,
Wang
Yi,
sebagai “konstruktif.”

Dalam
kunjungan
yang
bertujuan
untuk
memperkuat
kerja
sama
keamanan
Inggris
dengan
Korea
Selatan
dan
Indonesia—kedua
negara
yang
merupakan
bagian
dari
blok
ekonomi
utama
G20—ia
diharapkan
akan
mengunjungi
Zona
Demiliterisasi
Korea
Selatan
yang
dijaga
ketat.

[ah]

Source