
Seorang
ekonom
Maroko
yang
terkenal
karena
membela
hak
asasi
manusia
ditahan
setelah
mengecam
pemerintah
dalam
pernyataannya
yang
dimuat
di
media
sosial,
selama
kunjungan
Presiden
Prancis
Emmanuel
Macron
ke
kerajaan
di
Afrika
Utara
itu.
Para
jaksa
menangkap
Fouad
Abdelmoumni
di
Casablanca,
hari
Rabu
(10/30)
dan
mengumumkan,
ia
sedang
diselidiki
karena
dicurigai
menyebarkan
informasi
palsu
dan
menuduh
orang
lain
melakukan
kejahatan
di
media
sosial,
lapor
kantor
berita
negara
Maroko.
Jika
didakwa
dan
terbukti
bersalah,
Fouad
bisa
menghadapi
hukuman
penjara
lima
tahun,
berdasarkan
undang-undang
kejahatan
dunia
maya.
“Penangkapan
sewenang-wenang
itu
adalah
bagian
dari
sejumlah
intimidasi
yang
menarget
Fouad,
yang
bertujuan
membalas
sikap
beraninya
dalam
mengungkapkan
pendapat
dan
membela
hak
asasi
manusia,”
kata
Persatuan
Dukungan
Tahanan
Politik
Maroko
dalam
sebuah
pernyataan
hari
Rabu.
“Penangkapan
itu
merupakan
tindakan
lebih
lanjut
dalam
kebijakan
penindasan
pihak
berwenang
terhadap
aktivis
HAM
dan
politik
di
negara
ini,”
tambah
pernyataan
itu.
Fuoad
Abdelmoumni,
mantan
tahanan
politik
adalah
koordinator
kelompok
itu.
Ketika
Macron
berkeliling
mengunjungi
Rabat
bersama
para
pemimpin
Maroko,
termasuk
Raja
Mohammed
VI,
dalam
sebuah
postingannya
Fouad
menuduh
bahwa
Maroko
berusaha “memeras”
Prancis,
dengan
cara
termasuk
spionase
dan
bekerja
sama
dalam
menangani
imigrasi
ilegal.
Fouad
belum
didakwa
secara
resmi.
Ketika
hadir
di
pengadilan
pada
hari
Jumat,
ia
kemungkinan
akan
didakwa
melakukan
kejahatan
terkait
postingan
itu,
kata
salah
satu
pengacaranya,
Souad
Brahma.
Menurut
hukum
di
Maroko,
pihak
berwenang
bisa
menahan
seseorang
untuk
diselidiki
selama
48
jam
tanpa
tuntutan.
[ps/lt]