
Mantan
Presiden
Taiwan
Tsai
Ing-wen
akan
mengunjungi
Republik
Ceko
pada
bulan
ini,
kata
kantor
kepresidenan
Taiwan
pada
Senin
(7/10).
Kunjungan
itu
merupakan
kunjungan
sensitif
bagi
seorang
politisi
senior
yang
berulang
kali
dikecam
Beijing
sebagai
seorang “separatis.”
Republik
Ceko,
seperti
kebanyakan
negara
lainnya,
tidak
memiliki
hubungan
diplomatik
resmi
dengan
Taiwan
yang
diklaim
China,
namun
kedua
belah
pihak
semakin
akrab
ketika
Beijing
meningkatkan
ancaman
militer
terhadap
pulau
itu
dan
di
saat
yang
bersamaan
Taipei
tengah
mencari
teman
baru
di
Eropa
Timur
dan
Tengah.
Tsai
yang
mengakhiri
masa
jabatannya
pada
Mei
lalu,
akan
mengunjungi
Praha
dan
menyampaikan
pidato
pada
konferensi
Forum
2000
yang
dimulai
pada
13
Oktober,
kata
tiga
sumber
yang
mengetahui
masalah
itu
kepada
kantor
berita
Reuters.
Semua
sumber
berbicara
dengan
syarat
anonim
karena
sensitivitas
masalah
tersebut.
Ketika
berada
di
Republik
Ceko,
Tsai
dijadwalkan
bertemu
dengan
para
politisi
senior
Ceko
dan
Eropa
lainnya,
kata
sumber-sumber
tersebut.
“Hubungan
Taiwan
dengan
Republik
Ceko
dan
Eropa
semakin
dekat
dalam
beberapa
tahun
ini,
khususnya
dalam
geopolitik
dunia,”
kata
salah
satu
sumber
yang
mengetahui
langsung
lawatan
Tsai.
“Maka,
bagi
mantan
presiden
yang
baru
saja
meninggalkan
jabatannya,
kunjungan
tersebut
sangat
berarti,”
kata
sumber
itu.
Kantor
Tsai
mengatakan: “Ketika
ada
konfirmasi,
kami
akan
secara
resmi
menjelaskannya
kepada
Anda.”
Sumber
lain,
yang
mengetahui
langsung
lawatan
itu
mengatakan,
perjalanan
tersebut
sensitif
dan
perlu “sikap
berhati-hati
dalam
hal
keselamatan”
karena
kekhawatiran
akan
adanya
spionase
dan
pelecehan
yang
dilakukan
oleh
China.
Kantor
kepresidenan
Taiwan
mengatakan
Presiden
Lai
Ching-te
mendukung
penuh
kunjungan
Tsai
ke
negara-negara
Eropa
termasuk
Republik
Ceko
itu
dan
berharap
untuk
terus
memperdalam
hubungan
antara
Taiwan
dan
Eropa.
“Mantan
Presiden
Tsai
sangat
dipercaya
secara
internasional
oleh
para
sekutu
demokratis.
Sebagai
mantan
presiden,
ia
mewakili
Taiwan
secara
internasional
dan
merupakan
juru
bicara
terbaik
Taiwan,”
kata
Lai
dalam
pernyataannya.
Kementerian
Luar
Negeri
China
tidak
segera
merespons
permintaan
komentar
terkait
isu
ini.
Forum
2000
dengan
pertemuan
puncaknya
yang
digelar
di
Praha
pada
13
hingga
15
Oktober
itu,
mengumpulkan
para
pemimpin
dan
pemikir
dari
seluruh
dunia
untuk
membahas
demokrasi,
hak
asasi
manusia
dan
masyarakat
madani.
Forum
tersebut
juga
tidak
merepons
permintaan
komentar.
[ps/uh/rs]