
Stasiun
televisi
setempat
melaporkan
polisi
pada
Minggu
(10/11)
menahan
beberapa
orang
karena
ambil
bagian
dalam
demonstrasi
di
tengah
kota
Amsterdam,
meski
sudah
dilarang,
setelah
kekerasan
yang
menargetkan
para
penggemar
sebuah
klub
sepak
bola
Israel.
Wali
Kota
Amsterdam
Femke
Halsema
melarang
seluruh
demonstrasi
selama
akhir
pekan
setelah
kejadian
mengerikan
di
mana
para
pemuda
yang
mengendarai
skuter
dan
berjalan
kaki
menyerang
para
pendukung
Maccabi
Tel
Aviv
pada
Kamis
(7/11)
dan
Jumat
(8/11).
Hal
tersebut
dikecam
luas
sebagai
serangan
kekerasan
antisemitisme
di
ibu
kota
Belanda
itu.
Duta
besar
Israel
untuk
Belanda
mengatakan
2.000
orang
Israel
dipulangkan
dengan
penerbangan
khusus
dari
Amsterdam
selama
beberapa
hari
terakhir.
Sebelum
pertandingan
melawan
Ajax,
para
penggemar
Maccabi
juga
merobek
bendera
Palestina
di
sebuah
bangunan
di
Amsterdam
dan
menyerukan
slogan-slogan
anti-Arab
dalam
perjalanan
mereka
ke
stadion.
Ada
juga
laporan
mengenai
para
penggemar
Maccabi
yang
memulai
perkelahian.
Video
di
stasiun
penyiaran
lokal
AT5
memperlihatkan
polisi
pada
hari
Minggu
menahan
seorang
lelaki
yang
ambil
bagian
dalam
demonstrasi
kecil
di
Dam
Square
di
tengah
kota.
Para
demonstran
menyerukan
berbagai
slogan,
di
antaranya
“Bebaskan,
bebaskan
Palestina.”
AT5
melaporkan
sekitar
20
orang
ditahan.
Pemerintah
kota
Amsterdam
mengatakan
di
X
bahwa
polisi
telah
mulai
menangkapi
para
demonstran
yang
menolak
meninggalkan
daerah
itu,
yang
berada
di
jantung
kawasan
perbelanjaan
di
tengah
kota
Amsterdam
dan
berdekatan
dengan
jaringan
kanal
bersejarah.
Para
penyelenggara
protes
mendatangi
pengadilan
pada
Minggu
pagi
untuk
meminta
perintah
pengadilan
agar
mengizinkan
demonstrasi,
tetapi
seorang
hakim
mendukung
larangan
yang
diberlakukan
pemerintah
kota.
Pada
sidang
itu,
seorang
perwira
polisi
senior
Amsterdam,
Olivier
Dutilh
mengatakan
bahwa
ada
lagi
insiden
pada
malam
sebelumnya
yang
menargetkan
orang-orang
yang
diduga
Yahudi,
termasuk
beberapa
yang
diperintahkan
keluar
dari
taksi
dan
yang
lainnya
diminta
untuk
menunjukkan
paspor
guna
mengukuhkan
kewarganegaraan
mereka.
Polisi
meluncurkan
investigasi
skala
besar
padaJuma
t
setelah
kelompok-kelompok
pemuda
melakukan
apa
yang
disebut
Wali
Kota
Amsterdam
sebagai
serangan
“gerilya”
terhadap
para
penggemar
Maccabi,
yang
tampaknya
diilhami
oleh
seruan
di
media
sosial
untuk
menargetkan
orang-orang
Yahudi.
Lima
orang
dirawat
di
rumah
sakit
dan
lebih
dari
60
tersangka
ditangkap.
Menteri
Luar
Negeri
Israel
Gideon
Saar
bergegas
ke
Belanda
pada
Jumat
dan
menawarkan
bantuan
Israel
dalam
penyelidikan
oleh
polisi.
Pada
Sabtu
(8/11)
ia
bertemu
Perdana
Menteri
Belanda
Dick
Schoof
dan
mengatakan
dalam
sebuah
pernyataan
bahwa
serangan
dan
tuntutan
untuk
menunjukkan
paspor
“mengingatkan
pada
masa
kelam
dalam
sejarah.”
[uh/ab]