
Beijing –
Satu wilayah di ibu kota China, Beijing, dikarantina dengan ketat usai muncul kluster baru Corona di sebuah pasar. Otoritas setempat pun gusar akan potensi gelombang kedua Corona.
Seperti dilansir dari BBC, Senin (15/6/2020) kluster baru Corona muncul setelah ditemukan kasus virus corona pertama di kota itu dalam waktu sekitar 50 hari. Pecahnya wabah ini dikaitkan dengan pasar grosir terbesar di kota itu.
Pasar Xinfadi di distrik Fengtai, barat daya kota Beijing, ditutup pada Sabtu (13/6) dini hari setelah dua orang yang baru-baru ini mengunjungi pasar dilaporkan terkena Covid-19. Tes di pasar kemudian menunjukkan 45 orang membawa virus.
“Sejalan dengan prinsip mengutamakan keselamatan masyarakat dan kesehatan, kami telah menerapkan langkah-langkah karantina untuk pasar Xinfadi dan lingkungan di sekitarnya,” kata Chu Junwei, seorang pejabat distrik, dalam rapat pengarahan.
Distrik ini kini dalam “mode darurat masa perang”, ia menambahkan. Ratusan polisi militer telah memasuki pasar yang sekarang dikarantina. Jaringan transportasi dan sekolah terdekat telah ditutup.
Pihak berwenang di China tidak yakin bagaimana pasar grosir besar Xinfandi – yang memasok 80% sayuran dan daging di kota Beijing – bisa menjadi sumber wabah virus corona baru.