
Sebuah
kapal
perang
Amerika
Serikat
dan
sebuah
kapal
perang
Kanada
berlayar
melintasi
Selat
Taiwan
pada
hari
Minggu
(20/10),
kurang
dari
seminggu
setelah
China
melakukan
latihan
perang
baru
di
sekitar
pulau
itu,
dan
Beijing
mengecam
misi
kedua
kapal
tersebut
sebagai
sesuatu
yang
“mengganggu.”
Angkatan
Laut
AS,
yang
terkadang
ditemani
kapal
perang
dari
negara-negara
sekutu,
melintasi
selat
tersebut
sekitar
satu
bulan
sekali.
China,
yang
mengeklaim
Taiwan
sebagai
wilayahnya,
juga
mengatakan
bahwa
jalur
perairan
strategis
itu
adalah
miliknya.
Armada
ke-7
Angkatan
Laut
AS
mengatakan
pada
Senin
(21/10)
bahwa
kapal
perusak
USS
Higgins
dan
fregat
Kanada
HMCS
Vancouver
melakukan
transit
“rutin”
pada
hari
Minggu
“melalui
perairan
di
mana
kebebasan
navigasi
laut
lepas
dan
penerbangan
lintas
batas
berlaku
sesuai
dengan
hukum
internasional.”
Menurut
sebuah
pernyataannya,
transit
tersebut
menunjukkan
komitmen
Amerika
Serikat
dan
Kanada
untuk
menegakkan
kebebasan
navigasi
bagi
semua
negara.
“Hak-hak
navigasi
dan
kebebasan
masyarakat
internasional
di
Selat
Taiwan
tidak
boleh
dibatasi.
Amerika
Serikat
menolak
setiap
pernyataan
kedaulatan
atau
yurisdiksi
yang
tidak
sesuai
dengan
kebebasan
navigasi,
penerbangan,
dan
penggunaan
laut
dan
udara
yang
sah,”
katanya.
Komando
Palagan
Timur
China
mengatakan
bahwa
pasukannya
memantau
dan
memperingatkan
kapal-kapal
tersebut.
“Tindakan
Amerika
Serikat
dan
Kanada
menyebabkan
masalah
dan
mengganggu
perdamaian
dan
stabilitas
di
Selat
Taiwan,”
tambahnya.
China
menggelar
latihan
perang
pada
hari
Senin
(14/10)
lalu
yang
diklaim
sebagai
peringatan
terhadap
“tindakan
separatis;”
mengundang
kecaman
dari
pemerintah
Taiwan
dan
AS.
Pemerintah
Taiwan
menolak
klaim
kedaulatan
Beijing
dengan
mengatakan
bahwa
hanya
rakyat
pulau
tersebut
yang
bisa
menentukan
masa
depan
mereka.
[th/ka]