
Truk
yang
membawa
bantuan
kemanusiaan
diizinkan
menyeberang
ke
Gaza
utara
pada
Senin
(11/11).
Langkah
tersebut
diambil
beberapa
hari,
setelah
para
ahli
keamanan
pangan
global
memperingatkan
bahwa
ada
“kemungkinan
besar
kelaparan
akan
segera
terjadi
di
wilayah”
Gaza
utara.
Dan
hal
itu
juga
terjadi
saat
Amerika
Serikat
membuat
keputusan
tentang
apakah
Israel
telah
membuat
kemajuan
dalam
memperbaiki
situasi
kemanusiaan
di
Jalur
Gaza.
Penasihat
Keamanan
Nasional,
Jake
Sullivan
mengatakan
pada
Minggu
(10/11)
bahwa
Washington
juga
akan
memutuskan
bagaimana
membuat
tanggapan
atas
hal
tersebut.
Upaya
itu
dilakukan,
setelah
pemerintahan
Presiden
Joe
Biden
menyampaikan
kepada
Israel
melalui
surat
pada
13
Oktober,
untuk
mengambil
langkah-langkah
dalam
waktu
30
hari
atau
menghadapi
risiko
pembatasan
bantuan
militer
AS.
Israel
telah
memfokuskan
serangannya
melawan
militan
Hamas
di
utara
dan
tengah
Gaza.
AS
mengatakan,
mereka
mengawasi
untuk
memastikan
tindakan
Israel
tidak
menunjukkan
bahwa
mereka
menerapkan
“strategi
kelaparan”
di
wilayah
utara,
tempat
PBB
memperkirakan
antara
75
ribu
hingga
95
ribu
orang
masih
berlindung.
Pada
Jumat
(8/11),
Komite
Pemantau
Kelaparan
yang
independen
mengatakan,
dapat
“diasumsikan
bahwa
kelaparan,
kekurangan
gizi,
dan
kematian
berlebih
akibat
kekurangan
gizi
dan
penyakit,
meningkat
pesat”
di
wilayah
utara.
Komite
meninjau
temuan
tersebut
berdasarkan
standar
yang
diakui
secara
internasional
yang
dikenal
sebagai
Klasifikasi
Fase
Keamanan
Pangan
Terpadu
atau
IPC.
Badan
militer
Israel
yang
menangani
urusan
sipil
Palestina
menolak
peringatan
tersebut.
Dikatakan
bahwa
“semua”
proyeksi
IPC
terbukti
“tidak
benar
dan
tidak
konsisten
dengan
situasi
di
lapangan”.
Militer
Israel
juga
terus
beroperasi
sesuai
dengan
hukum
internasional,
katanya,
untuk
“memfasilitasi
dan
mempermudah
pengiriman
bantuan
kemanusiaan
ke
Gaza”.
Menyusul
peringatan
kelaparan
tersebut,
kepala
badan
bantuan
Palestina
PBB
UNRWA
menuduh
Israel
menggunakan
kelaparan
sebagai
senjata.
Data
PBB
juga
menunjukkan
bahwa
jumlah
bantuan
yang
masuk
ke
Gaza
telah
turun
ke
level
terendah
sepanjang
tahun.
Duta
besar
Israel
untuk
PBB
mengatakan
kepada
Dewan
Keamanan
bulan
lalu
bahwa
masalah
di
Gaza
bukanlah
kurangnya
bantuan.
Dia
menuduh
Hamas
membajak
bantuan
tersebut.
Hamas
telah
berulang
kali
membantah
tuduhan
Israel
bahwa
pihaknya
mencuri
bantuan
dan
mengatakan
Israel
harus
disalahkan
atas
kekurangan
bantuan.
[ns/jm]