Para
pejabat
Organisasi
Kesehatan
Dunia
(World
Health
Organization
/WHO)
mengatakan
Israel
telah
memberi
lampu
hijau
kepada
badan-badan
PBB
itu
untuk
mulai
melakukan
vaksinasi
polio
terhadap
ratusan
ribu
anak-anak
Palestina
di
Jalur
Gaza.

Dr.
Rik
Peeperkorn,
perwakilan
WHO
untuk
Wilayah
Pendudukan
Palestina
mengatakan
kampanye
vaksinasi
polio
massal
untuk
mengimunisasi
lebih
dari
640.000
anak
di
bawah
usia
10
tahun
terhadap
penyakit
yang
melumpuhkan
ini
akan
dimulai
pada
Minggu,
1
September.

Berbicara
dari
Deir
al
Balah
di
Gaza
tengah,
Peeperkorn
mengatakan
kepada
wartawan
di
Jenewa,
Jumat
(30/8),
bahwa
Israel
telah
menyetujui
serangkaian
jeda
kemanusiaan.

“Kami
ingin
menekankan
bahwa
tanpa
jeda
kemanusiaan,
pelaksanaan
kampanye
(vaksinasi),
yang
sudah
dilaksanakan
dalam
keadaan
yang
sangat
kompleks
dan
menantang,
tidak
akan
mungkin
terjadi,”
kata
Peeperkorn.

“Jadi,
kami
menyambut
baik
komitmen
awal
terhadap
jeda
kemanusiaan
khusus
wilayah
ini
selama
kampanye,”
katanya.

Dia
menambahkan
“Kami
menyerukan
semua
pihak
untuk
menghentikan
perjuangan
agar
anak-anak
dan
keluarga
dapat
mengakses
fasilitas
kesehatan
dengan
aman
dan
bagi
petugas
penjangkauan
masyarakat
untuk
memberikan
vaksinasi
polio
kepada
anak-anak
yang
tidak
dapat
mengakses
fasilitas
kesehatan.”

Kampanye
vaksinasi
polio,
yang
dijalankan
oleh
Kementerian
Kesehatan
Gaza,
WHO,
Dana
Anak-Anak
PBB
(United
Nations
Children
Fund/
UNICEF),
badan
PBB
untuk
pengungsi
Palestina
(The
United
Nations
Relief
and
Works
Agency
for
Palestine
Refugees
in
the
Near
East
/UNRWA)
dan
mitra-mitranya,
akan
dibagi
menjadi
tiga
fase,
yang
masing-masing
berlangsung
selama
tiga
hari.
Imunisasi
dimulai
dari
Gaza
tengah,
diikuti
oleh
Gaza
selatan,
dan
terakhir
Gaza
utara.

Kampanye
itu
akan
melibatkan
dua
dosis
vaksin
polio
oral
baru
dan
akan
diberikan
kepada
anak-anak
dalam
dua
putaran
dengan
selang
waktu
empat
minggu.
WHO
mengatakan
1,26
juta
dosis
vaksin
dan
500
pembawa
vaksin
telah
dikirim
ke
Gaza,
dan
400.000
dosis
tambahan
akan
segera
tiba
di
Gaza.

Abdul Rahman Abu Al-Jidyan, anak Palestina pertama yang terjangkit polio di Gaza dalam 25 tahun, sedang tidur ditemani kakaknya di kamp pengungsi di Deir Al-Balah, di Jalur Gaza, Rabu, 28 Agustus 2024. (Foto: Ramadan Abed/Reuters)

Abdul
Rahman
Abu
Al-Jidyan,
anak
Palestina
pertama
yang
terjangkit
polio
di
Gaza
dalam
25
tahun,
sedang
tidur
ditemani
kakaknya
di
kamp
pengungsi
di
Deir
Al-Balah,
di
Jalur
Gaza,
Rabu,
28
Agustus
2024.
(Foto:
Ramadan
Abed/Reuters)

Tedros
Adhanom
Ghebreyesus,
direktur
jenderal
WHO,
mengatakan
kepada
wartawan
dalam
pengarahan
daring
pada
Jumat
bahwa
staf
telah
mempersiapkan
upaya
logistik
yang
sangat
besar.

“Kami
telah
melatih
lebih
dari
2.100
pekerja
dan
petugas
penjangkauan
masyarakat
untuk
memberikan
vaksinasi
dan
memberikan
informasi
kepada
masyarakat
tentang
kampanye
tersebut,”
katanya.

Tedros
mengatakan
WHO
menargetkan
cakupan
vaksinasi
setidaknya
90
persen
pada
setiap
putaran
untuk
menghentikan
wabah
polio
dan
mencegah
penyebaran
secara
internasional.

Keputusan
untuk
memvaksinasi
anak-anak
di
Gaza
diambil
hanya
beberapa
hari
setelah
seorang
bayi
berusia
10
bulan
mengalami
kelumpuhan
sebagian
akibat
polio,
kasus
penyakit
menular
pertama
di
wilayah
kantong
Palestina
tersebut
dalam
25
tahun.

Polio
terutama
menyerang
anak
kecil
dan
menyebar
melalui
kontak
dengan
kotoran
atau
makanan
atau
air
yang
terkontaminasi.
Para
pejabat
kesehatan
sepakat
bahwa
kondisi
yang
penuh
sesak
dan
tidak
sehat
di
mana
masyarakat
Gaza
terpaksa
tinggal
menciptakan
lingkungan
yang
memicu
virus
polio
berkembang
biak.

Peeperkorn
mengatakan
bahwa
setiap
hari
tim
teknis
akan
menganalisis
kampanye
untuk
melihat
kemajuannya
dan
apakah
perlu
dilakukan
penyesuaian.

Dia
menjelaskan
jika
dalam
tiga
hari
cakupan
imunisasi
masih
terlalu
rendah,
pihaknya
akan
meminta
tambahan
waktu
dan
hal
itu
sudah
disetujui
oleh
otoritas
COGAT
Israel
yang
mengoordinasikan
kegiatan
pemerintah
di
wilayah-wilayah
Palestina.

[ft/pp]

Source