Dermaga
sementara
yang
didirikan
untuk
mengirimkan
bantuan
kemanusiaan
yang
diperlukan
kepada
warga
sipil
di
Gaza
kemungkinan
telah
melakukan
pengiriman
terakhirnya.

Para
pejabat
pertahanan
Amerika
Serikat
(AS)
pada
Jumat
(12/7)
mengatakan
bahwa
belum
ada
tanggal
yang
ditetapkan
untuk
memasang
kembali
dermaga
tersebut
setelah
upaya
untuk
menghubungkannya
ke
pantai
Gaza
pada
Rabu
(10/7)
gagal
karena
kombinasi
masalah
teknis
dan
cuaca
buruk.

“Situasi
ini
kami
nilai
dari
hari
ke
hari,”
kata
Wakil
Sekretaris
Pers
Pentagon,
Sabrina
Singh,
kepada
wartawan.

“Kami
tahu
dalam
beberapa
hari
ke
depan
akan
ada
kondisi
gelombang
laut
yang
lebih
tinggi
yang
tidak
memungkinkan
terjadinya
penjangkaran
kembali,”
katanya.

“Saya
hanya
tidak
memiliki
informasi
lebih
lanjut
untuk
diberikan
mengenai
kapan
dan
apakah
tanggal
pemasangan
kembali
telah
atau
akan
memungkinkan,
jika
penjangkaran
ulang
benar-benar
dilaksanakan.”

Dermaga
sementara,
juga
dikenal
sebagai
Joint
Logistics
Over-the-Shore,
atau
JLOTS,
telah
berada
di
pelabuhan
Ashdod
di
Israel
sejak
akhir
bulan
lalu
karena
cuaca
buruk
dan
gelombang
laut
yang
ganas.

Terlepas
dari
masalah
cuaca
dan
teknis,
Pentagon
memuji
dermaga
sementara
yang
membantu
mengirimkan
lebih
dari
8.000
metrik
ton
bantuan
dari
negara
kepulauan
Mediterania,
Siprus,
ke
Gaza
sejak
operasi
dimulai
pada
pertengahan
Mei.

Namun,
upaya
untuk
mengirimkan
bantuan
ke
Gaza
menggunakan
dermaga
sementara
telah
memicu
sejumlah
kritikan,
karena
pengiriman
bantuan
kepada
warga
sipil
terhambat
oleh
pertempuran
antara
pasukan
Israel
dan
Hamas,
yang
oleh
AS
dinyatakan
sebagai
kelompok
teror.

Foto yang dirilis oleh Komando Pusat AS menunjukkan para tentara dan marinir AS serta tentara Pasukan Pertahanan Israel membangun dermaga sementara di pantai Jalur Gaza, 16 Mei 2024. (Foto: (U.S. Central Command via AP)

Foto
yang
dirilis
oleh
Komando
Pusat
AS
menunjukkan
para
tentara
dan
marinir
AS
serta
tentara
Pasukan
Pertahanan
Israel
membangun
dermaga
sementara
di
pantai
Jalur
Gaza,
16
Mei
2024.
(Foto:
(U.S.
Central
Command
via
AP)

Perserikatan
Bangsa-Bangsa
(PBB)
menghentikan
pengiriman
bantuan
yang
datang
dari
dermaga
tersebut
pada
9
Juni,
menyusul
operasi
penyelamatan
sandera
Israel
yang
menewaskan
lebih
dari
270
warga
Palestina.
Insiden
itu
menunjukkan
adanya
bahaya
bagi
para
anggota
stafnya.

Israel
dan
Amerika
Serikat
(AS)
membantah
tuduhan
bahwa
dermaga
tersebut
digunakan
dalam
operasi
penyelamatan.
Namun
para
pejabat
PBB
menyuarakan
kekhawatiran
bahwa
persepsi
terkait
keterlibatan
dermaga
itu
dapat
membahayakan
misi
kemanusiaan
mereka.

Akibatnya,
sebagian
besar
bantuan
tertahan
di
lokasi
penampungan
di
pantai,
sehingga
tidak
dapat
menjangkau
ratusan
ribu
warga
Gaza
yang
menghadapi
kondisi
yang
digambarkan
oleh
kelompok
kemanusiaan
sebagai
darurat
pangan.

Pentagon
mengatakan
pada
Jumat
jika
dermaga
tersebut
tidak
melanjutkan
operasinya,
pihaknya
akan
mencari
cara
lain
untuk
mengirimkan
bantuan
ke
Gaza.

Singh
juga
mengatakan
akan
ada
koordinasi
berkelanjutan
dengan
pemerintah
Israel
mengenai
cara
lain
untuk
memperluas
pengiriman
bantuan.

Pejabat
Pentagon
telah
berulang
kali
menggambarkan
upaya
pengiriman
bantuan
melalui
dermaga
tersebut
sebagai
solusi
sementara
terhadap
krisis
kemanusiaan
di
Gaza
dan
menyebut
misi
tersebut
sukses
meskipun
misi
tersebut
baru
beroperasi
sekitar
20
hari
karena
faktor
cuaca
dan
masalah
teknis.

[ft]

Source