MANADOPOST.ID—Di tengah pandemi Covid-19, warga digegerkan dengan kasus dugaan bunuh diri dengan cara minum racun. Informasi dirangkum Manado Post, dugaan menghabisi nyawa sendiri ini seperti lagi ‘tren’ di sebagian wilayah Nusa Utara. Belum tuntas kasus bunuh diri pemuda asal Kepulauan Talaud, Selasa (16/6) lalu usai menenggak racun pembasmi hama, kasus serupa terjadi lagi. Kali ini di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Seorang perempuan, warga Lindongan IV Kampung Utaurano Kecamatan Tabukan Utara Kabupaten Kepulauan Sangihe, diduga nekat mengakhiri hidupnya dengan menenggak racun pengering rumput. Peristiwa tersebut terjadi Kamis (18/6) sekira pukul 11.30 WITA, di rumah korban. Korban berinisial RH alias Rus (53) langsung dibawa ke RS Liun Kendage Tahuna oleh warga, dan akhirnya meninggal dunia pada pukul 12.39.

Korban pertama kali ditemukan keponakannya, perempuan bernama RL. Saat itu ia bersama dua orang anaknya sedang menuju rumah orang tuanya. Tiba-tiba saat itu saksi mampir di rumah korban karena akan menyusui bayinya yang sedah menangis di jalan. Saksipun masuk ke dalam rumah korban yang tidak tertutup dan betapa terkejutnya ia mendapatkan korban sudah tergeletak di ruang tengah dan ia melihat ada cairan warna hijau di sekitar tubuh korban. Saksi lantas melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Lindongan IV.

Mengetahui hal tersebut, Kanit Reskrim Polsek Tabukan Utara bersama anggota langsung menuju TKP. Polisi mendapatkan di sekitar TKP ditemukan 1 botol racun pengering rumput jenis Gramaxone, 1 buah ceret yang berisi sedikit air dan 1 buah pisau yang semuanya terletak di atas meja, serta cairan racun rumput berwarna hijau yang tertumpah di atas karpet plastik. “Saat anggota sampai di TKP, korban sudah dibawa warga ke Rumah Sakit,” terang Kapolsek Tabut Iptu Yus Tompoh. Keluarya pun menolak untik dilakukan autopsi mayat terhadap korban.

Sementara itu menurut keterangan suami korban, Ibrahim Mokotika, korban diduga mengalami sakit (stres) sejak Januari 2020. Korban katanya sempat mengatakan kepada suaminya akan pergi ke Puskesmas untuk berobat, lalu iapun memberikan uang Rp600 ribu kepada korban. Iapun lantas meninggalkan korban sendirian dan pergi menuju kebun untuk memetik buah cengkih, hingga ia mendapatkan kabar jika isterinya sudah berada di Rumah Sakit.(gnr)

Artikel Terbaru

Source