
China
pada
Minggu
(13/10)
setuju
untuk
membantu
Vietnam
dalam
pembangunan
jalur
kereta
api
lintas
batas
dan
mengambil
langkah-langkah
untuk
memperluas
impor
pertanian
dari
negara
tetangganya
yang
lebih
kecil
itu,
kata
media
pemerintah
Vietnam.
Perdana
Menteri
China,
Li
Qiang,
dalam
kunjungan
resminya
ke
Vietnam
berjanji
bahwa
China
lebih
jauh
akan
membuka
pasarnya
untuk
buah-buahan,
makanan
laut,
dan
produk-produk
Vietnam
lainnya
yang
bermutu
tinggi,
kata
sebuah
laporan
media
pemerintah.
China
adalah
mitra
dagang
terbesar
Vietnam
dan
pasar
ekspor
terbesar
kedua
setelah
Amerika
Serikat.
Perdagangan
antara
kedua
negara
itu
mencapai
$172
miliar
pada
tahun
2023.
Pemimpin
tertinggi
Vietnam,
To
Lam
mengisyaratkan
pentingnya
hubungan
itu
ketika
ia
menjadikan
China
destinasi
kunjungan
luar
negeri
pertamanya
setelah
menjabat
tahun
lalu.
Li
datang
ke
Vietnam
dari
negara
tetangganya,
Laos,
di
mana
ia
menolak
seruan
pada
pertemuan
para
pemimpin
Asia
Tenggara
untuk
menghormati
hukum
internasional
atas
sengketa
wilayah
di
Laut
China
Selatan.
Perdana
Menteri
Vietnam,
Pham
Minh
Chinh,
mengatakan
kepada
Li,
kedua
belah
pihak
harus
menghormati
hak
dan
kepentingan
sah
masing-masing,
menyelesaikan
perselisihan
dengan
cara
damai
dan
mengatasi
masalah
yang
berkaitan
dengan
nelayan
dan
kapal
mereka
dengan
baik,
kata
laporan
media
pemerintah.
Vietnam
mengutuk
China
dua
minggu
lalu,
terhadap
apa
yang
digambarkan
sebagai
serangan
oleh
aparat
penegak
hukum
Chinayang
melukai
beberapa
nelayan
Vietnam
di
dekat
Kepulauan
Paracel
di
Laut
China
Selatan.
Pulau-pulau
itu
secara
de
facto
di
bawah
kendali
China
sejak
1974,
ketika
Beijing
merebut
dari
Vietnam
dalam
konflik
kelautan
yang
singkat,
tetapi
penuh
kekerasan.
Menteri
Luar
Negeri
Amerika
Serikat,
Antony
Blinken,
mengatakan
kepada
para
pemimpin
Asia
Tenggara
yang
berkumpul
di
Laos
pekan
lalu,
bahwa
Washington
prihatin
dengan
aktivitas
China
yang
“semakin
berbahaya
dan
melanggar
hukum”
di
Laut
China
Selatan,
yang
secara
keseluruhan
diklaim
oleh
Beijing.
Dalam
pembicaraan
mereka
pada
Minggu,
Chinh
dan
Li
sepakat
untuk
memperdalam
perdagangan
dan
kerja
sama
dalam
diplomasi,
pertahanan
nasional
dan
keamanan
publik,
kata
laporan
media
pemerintah.
Keduanya
juga
menyaksikan
penandatanganan
10
perjanjian
kerja
sama,
termasuk
pembentukan
kelompok
kerja
untuk
mengembangkan
zona
kerja
sama
ekonomi
lintas
negara
dan
penerapan
kode
QR,
serta
layanan
pembayaran
lintas
negara.
Dalam
bidang
perdagangan,
Chinh
meminta
akses
yang
lebih
besar
atas
berbagai
produk
termasuk
buah-buahan
tropis,
daging,
lobster
hasil
budidaya,
dan
obat-obatan
tradisional
berbahan
tanaman.
[ps/ab]