
China
akan
mengambil “tindakan
balasan”
untuk
mempertahankan
kedaulatan
dan
integritas
teritorialnya,
kata
pemerintah,
sambil
mengecam
paket
penjualan
senjata
senilai
$2
miliar
oleh
Amerika
Serikat
ke
Taiwan.
Amerika
Serikat
memiliki
kewajiban
secara
hukum
untuk
memasok
kebutuhan
Taiwan
dalam
mempertahankan
diri,
meskipun
keduanya
tidak
memiliki
hubungan
diplomatik
formal.
Keputusan
tersebut
memantik
kemarahan
Beijing.
Pentagon
mengumumkan
pada
Jumat
bahwa
Amerika
Serikat
menyetujui
paket
penjualan
senjata
senilai
$2
miliar
ke
Taiwan,
yang
mencakup
pengiriman
sistem
rudal
pertahanan
udara
canggih
yang
sudah
diuji
di
Ukraina.
Ini
adalah
pertama
kalinya
sistem
tersebut
dikirim
ke
pulau
itu.
Kementerian
Luar
Negeri
China
menyatakan
pada
Sabtu
(26/10)
malam
bahwa
pihaknya
mengutuk
keras.
Beijing
dengan
tegas
menentang
penjualan
tersebut,
dan
mengajukan “pernyataan
serius”
kepada
Amerika
Serikat.
China
mendesak
Amerika
Serikat
untuk
segera
menghentikan
persenjataan
Taiwan
dan
menghentikan
tindakan
berbahaya
yang
dapat
merusak
perdamaian
dan
stabilitas
di
Selat
Taiwan,
tambahnya.
“China
akan
mengambil
tindakan
balasan
yang
tegas
dan
mengambil
semua
langkah
yang
diperlukan
untuk
mempertahankan
kedaulatan,
keamanan,
dan
integritas
teritorial
nasional,”
kata
kementerian
tersebut.
Pemerintah
Taiwan
menyambut
baik
penjualan
senjata
baru
ini,
yang
merupakan
penjualan
ke-17
yang
dilakukan
oleh
pemerintahan
Biden
kepada
Taipei.
“Dalam
menghadapi
ancaman
dari
China,
Taiwan
berkewajiban
untuk
melindungi
tanah
airnya
dan
akan
terus
menunjukkan
tekadnya
untuk
mempertahankan
diri,”
kata
Kementerian
Luar
Negeri
Taiwan
sebagai
tanggapan
terhadap
penjualan
senjata
tersebut.
[ah]