AQABA,
Yordania
—
Menteri
Luar
Negeri
Amerika
Serikat
Antony
Blinken
mengatakan
pada
Sabtu
(14/12)
bahwa
para
pejabat
Amerika
telah
menjalin
kontak
langsung
dengan
kelompok
pemberontak
yang
dianggap
teroris
dan
memimpin
penggulingan
Presiden
Suriah
Bashar
Assad.
Berbicara
pada
konferensi
pers
di
Yordania,
Blinken
adalah
pejabat
Amerika
pertama
yang
secara
terbuka
mengonfirmasi
kontak
antara
pemerintahan
Biden
dan
Hayat
Tahrir
al-Sham,
atau
HTS,
yang
memimpin
koalisi
kelompok
oposisi
bersenjata
yang
menggulingkan
Assad
dari
kekuasaan.
Assad
kemudian
mencari
suaka
di
Rusia
akhir
pekan
lalu.
Bersama
dengan
rekan-rekannya
dari
delapan
negara
Arab
dan
Turki
serta
pejabat
senior
dari
Uni
Eropa
dan
Perserikatan
Bangsa-Bangsa
(PBB),
Blinken
menandatangani
serangkaian
prinsip
yang
dimaksudkan
untuk
memandu
transisi
Suriah
menuju
negara
yang
damai,
non-sektarian,
dan
inklusif.
Blinken
enggan
membahas
perincian
kontak
tersebut,
tetapi
mengatakan
penting
bagi
Amerika
untuk
menyampaikan
pesan
kepada
kelompok
tersebut
tentang
cara
mereka
mengatur
pemerintahan
dan
bagaimana
mereka
berencana
untuk
memerintah
dalam
masa
transisi.
“Ya,
kami
sudah
melakukan
kontak
dengan
HTS
dan
pihak
lain,”
kata
Blinken
di
kota
pelabuhan
Aqaba.
Ia
menambahkan
bahwa
“pesan
kami
kepada
rakyat
Suriah
adalah:
Kami
ingin
mereka
berhasil
dan
kami
siap
membantu
mereka
mencapai
kesuksesan.”
Blinken
juga
menekankan
bahwa
“keberhasilan
yang
kita
capai
dalam
mengakhiri
kekhalifahan
teritorial”
kelompok
ISIS
masih
merupakan
“misi
penting.”
Mengutip
Pasukan
Demokratik
Suriah
(SDF)
yang
didukung
Amerika,
para
kombatan
Kurdi
yang
dalam
beberapa
tahun
terakhir
mengusir
ISIS
dari
sebagian
besar
wilayah
Suriah,
dia
mengatakan
bahwa
“saat
ini
sangat
penting
bagi
mereka
untuk
melanjutkan
peran
mereka
karena
ini
adalah
saat
ketidakstabilan”
di
Suriah.
Menurut
Blinken,
dalam
masa
ketidakstabilan
itu,
ISIS “akan
berusaha
untuk
berkumpul
kembali
dan
memanfaatkannya.”
“Ya,
kami
sudah
melakukan
kontak
dengan
HTS
dan
pihak
lain,”
kata
Blinken
di
kota
pelabuhan
Aqaba.
Ia
menambahkan
bahwa
“pesan
kami
kepada
rakyat
Suriah
adalah:
Kami
ingin
mereka
berhasil
dan
kami
siap
membantu
mereka
mencapai
kesuksesan.”
HTS,
yang
dulunya
merupakan
afiliasi
al-Qaeda,
telah
ditetapkan
sebagai
organisasi
teroris
asing
oleh
Departemen
Luar
Negeri
Amerika
Serikat
sejak
2018.
Penunjukan
tersebut
disertai
dengan
sanksi
yang
berat,
termasuk
larangan
pemberian
“dukungan
material”
apa
pun
kepada
kelompok
tersebut.
kelompok
atau
anggotanya.
Namun
sanksi
tersebut
tidak
secara
hukum
menghalangi
pejabat
Amerika
untuk
berkomunikasi
dengan
kelompok
yang
ditunjuk.
Dalam
sebuah
wawancara
pada
Sabtu
di
televisi
Suriah,
pemimpin
kelompok
tersebut,
Ahmad
al-Sharaa,
yang
sebelumnya
dikenal
sebagai
Abu
Mohammed
al-Golani,
tidak
membahas
kontak
langsung
dengan
Amerika
Serikat.
Namun,
dia
mengatakan
bahwa
pemerintah
baru
di
Damaskus
sedang
berhubungan
dengan
kedutaan
besar
negara-negara
Barat.
Dia
juga
mengatakan
bahwa
“kami
tidak
bermaksud
untuk
terlibat
dalam
konflik
apa
pun
karena
secara
umum
(masyarakat.red)
Suriah
mengalami
kelelahan.”
HTS
telah
berupaya
untuk
membangun
keamanan
dan
memulai
transisi
politik
setelah
merebut
Damaskus
dan
telah
mencoba
meyakinkan
masyarakat
yang
terkejut
dengan
jatuhnya
Assad
serta
khawatir
terhadap
jihadis
ekstremis
di
kalangan
pemberontak.
Para
pemimpin
pemberontak
mengatakan
kelompok
itu
telah
putus
dengan
masa
lalunya
yang
ekstremis.
Pernyataan
bersama
setelah
pertemuan
para
menteri
luar
negeri
mendesak
semua
pihak
untuk
menghentikan
permusuhan
di
Suriah
dan
menyatakan
dukungan
terhadap
proses
transisi
politik
yang
dipimpin
secara
lokal.
Pernyataan
tersebut
menyerukan
pencegahan
munculnya
kembali
kelompok-kelompok
ekstremis
dan
memastikan
keamanan
serta
penghancuran
simpanan
senjata
kimia
dengan
aman.
“Kami
tidak
ingin
Suriah
terjerumus
dalam
kekacauan,”
kata
Menteri
Luar
Negeri
Yordania,
Ayman
Safadi,
kepada
wartawan.
Pernyataan
terpisah
dari
para
menteri
luar
negeri
Arab
menyerukan
digelarnya
pemilihan
umum
yang
diawasi
oleh
PBB
berdasarkan
konstitusi
baru
yang
disetujui
oleh
warga
Suriah.
Pernyataan
mereka
mengutuk
serangan
Israel
ke
zona
penyangga
Suriah
dan
wilayah
sekitarnya
selama
seminggu
terakhir
sebagai
“pendudukan
keji”
dan
menuntut
penarikan
pasukan
Israel.
Para
pejabat
Amerika
mengatakan
al-Sharaa
telah
memberikan
pernyataan
mengenai
perlindungan
hak-hak
minoritas
dan
perempuan
yang
disambut
baik.
Namun,
mereka
masih
skeptis
bahwa
dia
akan
menindaklanjuti
pernyataan
tersebut
dalam
jangka
panjang.
[ft]
