
Phnom
Penh
—
Jurnalis
Kamboja
Mech
Dara
berterima
kasih
kepada
para
pendukungnya
pada
hari
Kamis
(24/10)
setelah
dibebaskan
dari
penjara.
“Saya
senang
(bisa
keluar),
tetapi
kesehatan
saya
lemah,”
katanya.
“Saya
ingin
berterima
kasih
kepada
semua
orang
yang
mendukung
saya.
Saya
melihat
bahwa
teman-teman
saya
di
dalam
dan
luar
negeri
melakukan
segalanya
untuk
membantu
saya
[dibebaskan].”
Reporter
tersebut,
yang
dikenal
karena
liputannya
yang
mengungkapkan
korupsi
dan
perdagangan
manusia,
telah
menjalani
tahanan
praperadilan
sejak
30
September.
Ia
dituduh
melakukan
hasutan
untuk
mengganggu
ketertiban
umum.
Pengadilan
Phnom
Penh
sebelumnya
menuduh
wartawan
itu
telah
mengunggah
pesan
dan
gambar
yang
“provokatif”
dan
“palsu”
tentang
penghancuran
pintu
masuk
ke
sebuah
situs
keagamaan.
Pada
hari
Rabu,
menteri
informasi
negara
itu
membagikan
video
Mech
Dara
yang
menyampaikan
permintaan
maaf,
berikut
surat
tiga
halaman
yang
menurut
menteri
tersebut
telah
ditulis
sendiri
oleh
Mech
Dara.
Pengacara
wartawan
itu,
Duch
Piseth,
mengatakan
kepada
VOA
bahwa
Mech
Dara
telah
dibebaskan
dengan
jaminan,
tetapi
dakwaannya
belum
dibatalkan.
“Saya
berharap
dakwaannya
akan
dibatalkan
dan
saya
akan
bekerja
lebih
keras
dengan
klien
saya
untuk
melanjutkan
kasus
ini
sesuai
dengan
keinginannya,”
kata
Duch
Piseth.
Ia
menambahkan
bahwa
wartawan
itu
tidak
diizinkan
meninggalkan
Kamboja
dan
diharuskan
melapor
ke
polisi
setiap
bulan.
Lembaga
pemantau
media
Reporters
Without
Borders
menyambut
baik
pembebasan
itu
dan
“menegaskan
kembali
seruannya
kepada
pihak
berwenang
untuk
segera
membatalkan
semua
dakwaan
terhadap
Mech
Dara.”
Penangkapan
Mech
Dara
menuai
kecaman
internasional.
Tahun
lalu,
jurnalis
tersebut
menerima
penghargaan
dari
Menteri
Luar
Negeri
AS
Antony
Blinken
karena
telah
mengungkapkan
pusat
penipuan
massal
yang
sebagian
besar
dikelola
oleh
pekerja
hasil
perdagangan
manusia
di
Kamboja.
Asosiasi
media
independen
Kamboja
CamboJA
mengatakan
Mech
Dara
dibebaskan
setelah
meminta
maaf
kepada
kepala
Senat
Hun
Sen
dan
Perdana
Menteri
Hun
Manet.
Nop
Vy,
direktur
eksekutif
asosiasi
tersebut,
mengatakan
kepada
VOA
bahwa
pembebasan
dengan
jaminan
adalah
“pertanda
baik.”
Ia
meminta
agar
dakwaan
itu
dibatalkan
sehingga
Mech
Dara
“memiliki
kebebasan
penuh
untuk
terus
bekerja
sebagai
jurnalis.”
[lt/ab]