Angkatan
Laut
Garda
Revolusi
Iran
meluncurkan
fasilitas
rudal
bawah
tanah
baru
di
pantai
selatan
dalam
rekaman
yang
disiarkan
oleh
televisi
pemerintah
pada
Sabtu
(1/2).
Peluncuran
fasilitas
baru
itu
digelar
dua
minggu
setelah
pembukaan
pangkalan
angkatan
laut
bawah
tanah.

“Ratusan
rudal
jelajah
yang
mampu
melawan
peperangan
elektronik
kapal
perusak
musuh
ditempatkan
di
kota-kota
bawah
tanah
ini,”
kata
laporan
yang
disiarkan
televisi
tersebut.

“Sistem-sistem
tersebut
disimpan
ratusan
meter
di
bawah
tanah
dan
dapat
dioperasikan
dalam
waktu
yang
sangat
singkat,”
menurut
laporan
itu
tanpa
memberikan
lokasi
pasti
pangkalan
tersebut.”

“Sistem
dan
rudal
ini
dapat
dipersenjatai
dan
ditembakkan
dari
jarak
ratusan
kilometer
dan
dapat
mencapai
sasaran
jauh
di
laut.”

Panglima
Garda
Revolusi
Jenderal
Hossein
Salami
mengunjungi
pangkalan
itu
bersama
komandan
angkatan
laut
Laksamana
Muda
Alireza
Tangsiri.

Laporan
tersebut
juga
mengungkapkan
model
rudal
jelajah
baru
yang
dijuluki
Ghadr-380
yang
menurut
Tangsiri
memiliki
“kemampuan

anti-jamming

(pencegah
gangguan
sinyal-red)”
dan
jangkauan
lebih
dari
1.000
kilometer
(lebih
dari
600
mil).

Ia
mengatakan
rudal-rudal
baru
ini
dapat
“menciptakan
neraka
bagi
kapal-kapal
musuh.”

Bulan
lalu,
Garda
Revolusi
meluncurkan
pangkalan
angkatan
laut
bawah
tanah
untuk
kapal
penyerang
yang
beroperasi
di
perairan
selatan
Iran,
yang
meliputi
Teluk
dan
Selat
Hormuz
yang
strategis.

Pada
awal
Januari,
angkatan
bersenjata
Iran
memulai
serangkaian
latihan,
yang
dijuluki

Eqtedar

(‘Perkasa’
dalam
bahasa
Farsi),
yang
akan
berlanjut
hingga
pertengahan
Maret.

Latihan
tersebut
mencakup
manuver
angkatan
laut
yang
menampilkan
peluncuran
kapal
pengintai
canggih
dan
latihan
untuk
menjaga
fasilitas
nuklir
Iran
dari
serangan
Israel
atau
Amerika
Serikat.

Latihan
militer
tersebut
dilakukan
saat
Iran
menunggu
kebijakan
apa
yang
akan
diambil
Presiden
Amerika
Serikat
Donald
Trump
pada
masa
jabatan
keduanya.

Selama
masa
jabatan
pertamanya
yang
berakhir
2021,
Trump
menerapkan
kebijakan “tekanan
maksimum”
terhadap
Iran,
menarik
Amerika
Serikat
dari
perjanjian
nuklir
penting
antara
Iran
dan
negara-negara
besar,
dan
menerapkan
kembali
sanksi
yang
keras.

[ft]

Source