TRIBUNMANADO.CO.ID – Soal klaim teritorial pihak tiongkok di Laut China Selatan.
Terkait hal itu menjadi sorotan negara-negara yang ada disekitarnya, bahkan Amerika Serikat menentang hal tersebut.
Diketahui China memang sudah lama ingin menguasai wilayah tersebut.
• Doni Monardo: Daerah dengan Status Zona Kuning Covid-19 Sudah Bisa Terapkan New Normal
• China Sepakati Undang-undang Keamanan Nasional, Inggris Siap Tawarkan Suaka Bagi Warga Hongkong
• Soal Pak Jokowi Divonis Bersalah, Refly Harun: Kenapa Berita Ini Menjadi Penting?, Ini Pesannya

Meski mendapat penolakan dari banyak negara, namun hal itu tidak menyurutkan niat China untuk menguasai Laut China Selatan.
Melansir Xinhua, salah seorang juru bicara China mengatakan pada hari Rabu (3/6/2020) bahwa kedaulatan teritorial China dan hak serta kepentingan maritim di Laut China Selatan tidak akan diubah oleh tuduhan yang tidak dibenarkan dari negara mana pun.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Zhao Lijian membuat pernyataan pada konferensi pers sebagai tanggapan atas tuduhan AS terhadap China atas Laut China Selatan.
Dia menyatakan, kedaulatan teritorial China dan hak serta kepentingan maritim di Laut China Selatan sudah terbentuk dari sejarah panjang.
“Mereka konsisten dengan hukum internasional termasuk Piagam PBB dan Konvensi PBB tentang Hukum Laut dan tidak dapat diubah dengan tuduhan yang tidak beralasan dari negara mana pun,” kata Zhao kepada Xinhua.
Memperhatikan bahwa Amerika Serikat bukan merupakan pihak dalam perselisihan Laut China Selatan, Zhao mengatakan Amerika Serikat tidak mematuhi komitmennya untuk tidak memegang posisi pada sengketa kedaulatan wilayah yang relevan, tetapi sebaliknya telah menimbulkan masalah di Laut China Selatan.
AS, lanjut Zhao, juga terlibat dalam provokasi militer dan berusaha untuk mendorong pertikaian antara China dengan negara-negara regional.
“Tidak ada yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Laut Cina Selatan,” kata Zhao.