
MANADO—Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara memanggil sejumlah SKPD untuk rapat dengar pendapat (RDP). Salah satunya Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut. Kesempatan itu, Komisi IV meminta SKPD yang dipimpin dr Debbie Kalalo itu memaparkan mengenai rincian alat pelindung diri (APD). Kalalo menyampaikan jika anggaran khusus APD sekira Rp 12 miliar lebih. Untuk 4.000 buah APD. “Harga APD satu paket lengkap 3 jutaan. Itu tidak melalui proses lelang tapi pembelian langsung dan melibatkan pihak ketiga. Tapi yang kami beli APD harus sesuai petunjuk dan standar Kementrian Kesehatan,” jelas Kalalo. Tak hanya APD, thermo gun dan masker medis juga diadakan Dinkes. Thermo gun sebanyak 400 unit dengan total anggaran Rp 960 juta dan masker Rp 3 miliar.
Terkait paparan Kalalo ini, Wakil Ketua DPRD Billy Lombok memberi apresiasi pada pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw yang sangat concern dengan keselamatan tenaga medis. Yakni dengan mengalokasikan anggaran besar untuk APD dan peralatan medis lainnya. “Melihat angka jual APD sangat tinggi. Capai 3 jutaan per unit. Di pasaran untuk kualitas terbaik saya lihat 500 ribu sampai 800 ribu,” sebut koordinator Komisi IV itu. Meski begitu Lombok tetap memberikan dukungan penuh sembari berharap Dinkes lebih memperhatikan lagi asas efektivitas. “Kami sepakat kualitasnya diutamakan. Namun kalau kualitasnya sama dan harga beda jauh, kenapa harus beli mahal. Kan anggaran lebihnya bisa tambah beli APD,” tukasnya.
Hal yang sama menjadi perhatian anggota Komisi IV Melky Jakhin Pangemanan (MJP). “Kualitas memang wajib diperhatikan. Tapi sebisa mungkin Dinkes tetap mempertimbangkan harga yang lebih murah dengan kualitas yang sama. Agar kuantitas APD bisa lebih banyak. Karena APD ini sangat dibutuhkan tenaga medis sekarang,” kunci MJP.(gel)
–
–
Artikel Terbaru