
Gaza City –
Ketegangan antara kelompok Hamas dan Israel di perbatasan Gaza mulai mereda. Keduanya sepakat untuk mengakhiri aksi saling serang yang terjadi sepekan terakhir ini.
Hamas yang menguasai Gaza akan mengakhiri serangan balon api. Sedangkan Israel akan membuka kembali perlintasan perbatasan Gaza, yang sebelumnya ditutup.
Seperti dilansir Reuters, Selasa (1/9/2020), persetujuan kedua pihak untuk mengakhiri konflik itu dicapai dalam kesepakatan yang dimediasi oleh utusan Qatar.
Diketahui bahwa Israel membombardir Gaza nyaris setiap hari sejak 6 Agustus lalu, sebagai respons atas serangan balon api dan serangan roket dari Gaza yang dikuasai Hamas. Serangan balon api, menurut otoritas pemadam kebakaran setempat, telah memicu sedikitnya 400 kebakaran di wilayah Israel bagian selatan.
Sementara itu, seorang pejabat Palestina yang memahami proses mediasi itu menuturkan bahwa Hamas telah sepakat mengakhiri serangan balon api — balon yang dipasangi peledak atau objek yang dibakar — ke wilayah Israel. Sedangkan Israel sepakat mengakhiri serangan udara ke posisi-posisi Hamas di wilayah Gaza.
COGAT, badan penghubung Israel dengan wilayah Palestina, mengonfirmasi bahwa setelah dilakukan konsultasi keamanan yang dipimpin Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, perlintasan perbatasan utama Gaza yang digunakan untuk penyaluran barang, akan dibuka kembali.
Tak sampai di situ, Israel juga akan mengizinkan nelayan-nelayan Palestina di Gaza untuk kembali mencari ikan di perairan yang berjarak 15 mil laut dari tepi pantai.
COGAT dalam pernyataannya menyebut keputusan itu ‘tunduk pada keberlangsungan ketenangan dan stabilitas keamanan’. Israel memperingatkan jika Hamas gagal mematuhi kesepakatan, maka Israel akan ‘mengambil tindakan yang sesuai’.