Beijing
(ANTARA)
–
Selama “Dua
Sesi”,
para
pemimpin
China,
yang
merupakan
perwakilan
NPC
itu
sendiri,
akan
berinteraksi
dengan
sesama
anggota
parlemen
dalam
musyawarah
kelompok.
Mereka
juga
akan
berinteraksi
dengan
para
penasihat
politik
untuk
mendiskusikan
topik-topik
hangat
yang
paling
penting
bagi
pemerintahan
negara.
Interaksi-interaksi
ini
berfungsi
sebagai
jendela
untuk
mengamati
bagaimana
kepemimpinan
pusat
terus
mendapatkan
informasi
tentang
realitas
akar
rumput.
Ini
merupakan
ciri
khas
demokrasi
China,
yang
sering
digambarkan
dalam
wacana
kontemporer
sebagai
demokrasi
rakyat
yang
berproses
secara
menyeluruh.
Dalam
beberapa
tahun
terakhir,
Presiden
China
Xi
Jinping,
yang
juga
deputi
dari
delegasi
Provinsi
Jiangsu
untuk
NPC
ke-14,
biasanya
terlibat
dalam
musyawarah
delegasi
tersebut.
Xi
yang
juga
menjabat
Ketua
Komisi
Militer
Sentral
China,
turut
menghadiri
pertemuan
delegasi
NPC
angkatan
bersenjata
dan
bergabung
dalam
diskusi
kelompok
penasihat
politik
dari
berbagai
sektor.
Selama
interaksi
ini,
Xi
menekankan
prioritas
utama
seperti
mendukung
pertumbuhan
sektor
swasta
dan
perusahaan
swasta,
mempercepat
pengembangan
ekonomi
digital,
dan
memajukan
keterbukaan
tingkat
tinggi.
Semua
hal
itu
sangat
penting
bagi
kemajuan
ekonomi
dan
sosial
China.
Kebijakan
luar
negeri
“Dua
Sesi”
ini
juga
memberikan
gambaran
tentang
kebijakan
luar
negeri
China,
karena
menteri
luar
negeri
(menlu)
China
biasanya
mengadakan
sebuah
konferensi
pers
di
sela-sela
pertemuan
itu.
Tahun
lalu,
Menlu
China
Wang
Yi
menjawab
21
pertanyaan
dalam
sebuah
konferensi
pers
yang
berlangsung
selama
90
menit,
yang
dihadiri
oleh
wartawan
dari
seluruh
dunia.
Menlu
itu
menyinggung
berbagai
isu-isu
regional
dan
internasional
yang
sedang
hangat,
seperti
krisis
Ukraina
dan
konflik
Palestina-Israel.
Dia
juga
menjelaskan
kebijakan-kebijakan
luar
negeri
China
terhadap
Rusia,
Amerika
Serikat,
Eropa,
dan
negara-negara
Global
South.
Selama “Dua
Sesi”
tahun
ini,
proposisi
China
tentang
hubungan
internasional
secara
khusus
patut
diperhatikan
di
tengah
situasi
global
yang
dengan
cepat
berubah
dan
bergejolak.
Robot-robot
humanoid
dari
perusahaan
China,
Unitree
Robotics,
terlihat
di
belakang
panggung
acara
Gala
Festival
Musim
Semi
(Spring
Festival
Gala)
China
Central
Television
(CCTV)
di
Beijing,
ibu
kota
China,
pada
28
Januari
2025.
(Xinhua)
AI,
Inovasi
Tidak
diragukan
lagi,
inovasi
teknologi
akan
menjadi
fokus
utama
selama “Dua
Sesi”
tahun
ini,
dengan
industri
kecerdasan
buatan
(artificial
intelligence/AI)
sangat
mungkin
menjadi
perhatian
utama.
Bulan
lalu,
perusahaan
rintisan
(start-up)
teknologi
asal
China,
DeepSeek,
menggemparkan
industri
AI
global
dan
pasar
modal
dengan
memperkenalkan
chatbot
sumber
terbuka
dan
populer.
Di
China,
perusahaan-perusahaan
seperti
Tencent,
Baidu,
dan
BYD
telah
mulai
mengintegrasikan
DeepSeek
ke
dalam
produk
mereka.
Beberapa
pemerintah
daerah
juga
telah
mengumumkan
kolaborasi
dengan
model
AI
DeepSeek
untuk
meningkatkan
layanan
publik.
Sementara
itu,
beberapa
daerah
lainnya
telah
menyelenggarakan
sesi
pelatihan
untuk
membantu
para
pejabat
dan
profesional
bisnis
memahami
lebih
mendalam
mengenai
pengembangan
dan
penerapan
DeepSeek
serta
teknologi
AI
lainnya.
Bahkan,
AI
sudah
menjadi
sebagai
salah
satu
topik
paling
banyak
dibicarakan
di
banyak
pertemuan “Dua
Sesi”
di
daerah
setingkat
provinsi
di
China
tahun
ini.
Banyak
rencana
terkait
AI
yang
disebutkan
dalam
laporan
kerja
pemerintah
provinsi
berfokus
pada
pembangunan
platform
inovasi,
mempromosikan
integrasi
industri
yang
lebih
dalam,
serta
meningkatkan
kerangka
kerja
kebijakan.
Penting
untuk
dicatat
bahwa
munculnya
inovasi
seperti
DeepSeek
mencerminkan
komitmen
China
dalam
memimpin
kemajuan
teknologi
dan
fokus
strategisnya
yang
lebih
luas
pada
pengembangan
bakat,
lingkungan
yang
ramah
terhadap
inovasi,
peningkatan
lingkungan
bisnis,
serta
pemeliharaan
investasi
nonpublik.
Elemen-elemen
ini
diperkirakan
akan
ditekankan
selama “Dua
Sesi”
tahun
ini.
Selain
itu,
sesi
tersebut
menyediakan
sebuah
platform
penting
bagi
para
anggota
parlemen
dan
penasihat
politik
untuk
memberikan
saran
dan
mendorong
konsensus
yang
luas
mengenai
pembangunan
nasional.
Beberapa
di
antaranya
adalah
eksekutif
perusahaan
dan
peneliti
terkemuka.
Usulan
dan
saran
terkait
AI
yang
akan
mereka
sampaikan
akan
menjadi
perhatian
utama
bagi
para
pengamat
China.
Penerjemah:
Xinhua
Editor:
Alviansyah
Pasaribu
Copyright
©
ANTARA
2025