Ketika
matahari
bersinar,
umumnya
orang
menanggalkan
pakaian
dan
pergi
ke
pantai.

Sensasi
sinar
hangat
di
kulit
adalah
hal
yang
menyenangkan
bagi
penikmat
sinar
matahari.
Tetapi
sinar
ini
bisa
juga
memicu
kanker
kulit,
salah
satu
jenis
kanker
yang
paling
dapat
diobati
jika
terdeteksi
sejak
dini.

Di
Inggris,
menurut
Layanan
Kesehatan
Nasional
(NHS)
Inggris
rujukan
mendesak
untuk
kanker
kulit
meroket
170
persen
dalam
10
tahun
dan
11
persen
kasus
yang
mendesak
menunggu
lebih
dari
sebulan
hanya
untuk
diperiksa.

Penyebabnya,
jumlah
dokter
kulit
sangat
terbatas
di
Eropa.
Rata-rata
hanya
30
dokter
kulit
per
satu
juta
populasi.

Di
London,
Skin
Analytics
mendemonstrasikan
teknologi
baru
DERM
AI.
Aplikasi
sederhana
ini
beroperasi
di
sebagian
besar
ponsel
pintar.
Dengan
lensa
tambahan
yang
disebut

dermascope
,
aplikasi
ini
memungkinkan
teknisi
untuk
memotret
lesi
pada
pasien
dan
menerima
diagnosis
yang
hampir
instan.

Manajer
produk
untuk
DERM,
Kirsten
Vehlow,
menunjukkan
betapa
cepat
proses
tersebut.
Ia
mendemonstrasikannya
kepada
rekannya
dan
mengatakan:

“Cukup
sederhana
dan
mudah.
Jadi,
seperti
yang
Anda
lihat
di
sini,
saya
membuka
aplikasi
yang
memiliki
kamera
di
sini.
Lalu
ini
adalah
dermatoskop
yang
pada
dasarnya
dapat
kita
hubungkan
ke
ponsel,
nyalakan
lampu,
lalu
kita
dapat
melihat
jika
saya
mengambil
foto
lesi
Audrey
ini,
kita
bisa
melihat
lesi
ini
dengan
jelas.
Kalau
saya
memutuskan
akan
menggunakan
foto
ini,
aplikasi
ini
akan
memeriksa
kualitas
foto
untuk
memastikan
gambar
ini
memadai
untuk
diperiksa
AI.
Lalu
saya
kirimkan
untuk
diperiksa
di
sini.
Dan
dalam
beberapa
detik,
kita
akan
mendapat
hasilnya
langsung
di
ponsel.
Kita
dapat
melihat
hasilnya
dengan
lebih
rinci
tentang
apa
artinya.
Dan
foto
ini
akan
disimpan
di
sana
bersama
hasil
dan
lokasi
lesi,”
kata
Vehkow.

Teknologi
AI
ini
membandingkan
satu
foto
lesi
dengan
pustaka
gambar
sebelum
memberikan
diagnosis.

Skin
Analytics
mengatakan
DERM
mencapai
tingkat
akurasi
99,8
persen
dalam
menetapkan
kanker
atau
bukan.

Neil
Daly,
pendiri
dan
CEO
Skin
Analytics
menjelaskan
bahwa
teknologi
pendukung
DERM
sudah
tersedia

umumnya
terdapat
di
saku
orang-orang.

Ia
mengatakan, “Teknologi
ini
begitu
mudah
didapat
karena
dapat
menggunakan
berbagai
telepon
pintar
untuk
memotret.
Kami
menggunakannya
dengan
dermatoskop
yang
dipasang
di
telepon
pintar
untuk
memastikan
kami
mendapat
foto
berkualitas
sangat
tinggi
yang
memungkinkan
kami
memeriksa
banyak
pasien
dengan
sangat,
sangat
cepat
berkat
adanya
perangkat
keras
ini.”

DERM
dianugerahi
Uni
Eropa
perangkat
medis
CE
Kelas
III
berdasarkan
Peraturan
Perangkat
Medis
Eropa,
menjadikannya
AI
otonom
pertama
di
dunia
yang
sah
untuk
mendeteksi
kanker.
DERM
telah
digunakan
di
21
lokasi
NHS
di
Inggris
dan
telah
memeriksa
135.000
pasien.
Alat
ini,
kata
Skin
Analytics,
juga
telah
membantu
mendeteksi
lebih
dari
13.000
kanker.

“DERM
adalah
alat
yang
merupakan
aset
lain
yang
dapat
kita
manfaatkan
untuk
mencoba
dan
mengurangi
jumlah
orang
yang
meninggal
karena
kanker.
Kalau
kita
bicara
tentang
perawatan
kesehatan,
ini
adalah
disiplin
yang
sangat
manusiawi.
Dan
pada
akhirnya,
diagnostik
hanyalah
satu
bagian
kecil
dari
proses
itu.
Jadi
dengan
menggunakan
teknologi
seperti
DERM
untuk
dapat
memeriksa
lebih
banyak
pasien,
menemukan
pasien
yang
tepat
untuk
berkonsultasi
dengan
dokter
kulit,
kita
benar-benar
dapat
meningkatkan
efisiensi
sistem
perawatan
kesehatan
dan
dapat
memeriksa
lebih
banyak
pasien
dengan
lebih
cepat
dan
memberi
mereka
hasil
yang
lebih
baik,”
imbuh
Daly.

DERM
telah
dikembangkan
dalam
12
tahun
ini
dan
AI
tersebut
bergantung
pada
kumpulan
data
besar
foto
termasuk
kanker
kulit,
kondisi-kondisi
kulit
sebelum
kanker
menjadi
ganas,
dan
bahkan
tiruan
kanker
kulit
yang
tidak
berbahaya.

Daly
menambahkan, “Jadi
cara
kerja
DERM
adalah
kami
melatihnya
dengan
sejumlah
besar
foto.
Setelah
memiliki
koleksi
itu,
hasil
patologi
akan
keluar
untuk
lesi
yang
dibiopsi.
Dan
AI
ini
mampu
melacak
fitur
yang
dapat
mengidentifikasi
lesi
kanker
dan
prakanker.
Kemudian
AI
mampu
belajar
dari
fitur-fitur
itu
sehingga
kalau
kita
memberinya
foto
baru,
AI
dapat
mengidentifikasi,
apakah
ini
sesuatu
yang
perlu
kita
khawatirkan,
apakah
kita
perlu
mengambil
tindakan,
atau
apakah
ini
sesuatu
yang
tidak
mengkhawatirkan
dan
kita
dapat
memulangkan
pasien
dengan
aman?”

Salah
satu
pasien
NHS
yang
menggunakan
DERM
adalah
Cherry
Thompson.
Ia
menemukan
lesi
dan
khawatir
itu
mungkin
melanoma.
Dia
belum
pernah
mendengar
diagnosis
AI
untuk
kanker
kulit
tetapi
merasa
proses
tersebut
efisien.

“Menurut
saya,
ini
mungkin
langkah
maju
dan
mungkin
sangat
bermanfaat.
Saya
kenal
beberapa
dokter
kulit
dan
salah
satunya
mungkin
yang
terbaik
di
negara
ini,
dan
saya
sangat
percaya
pada
mereka.
Meskipun
demikian,
mungkin
diagnosis
komputer
bisa
jadi
lebih
efisien,
saya
tidak
tahu,”
kata
Cherry.

Thompson
tidak
perlu
khawatir
lagi
karena
lesi
di
kulitnya
bukan
melanoma.
Kabar
yang
menenangkan
ini
ia
terima
jauh
lebih
cepat
berkat
DERM.

Paparan
sinar
matahari
di
Inggris
tidaklah
sebanyak
yang
biasa
didapatkan
Neil
Daly
di
negara
asalnya,
Australia.
Ini,
kata
Daly,
membuat
orang
di
Inggris
tidak
merasa
perlu
melindungi
kulit
dari
paparan
sinar
matahari.
Akibatnya,
risiko
kanker
kulit
lebih
besar.

“Saya
sangat
tertarik
pada
kanker
kulit
karena
saya
tumbuh
besar
di
Australia,
di
mana
kami
dua
hingga
tiga
kali
lebih
berisiko
dalam
hidup
kami
untuk
terkena
kanker.
Jadi,
hampir
setiap
warga
Australia
akan
terkena
kanker
kulit
dalam
hidup
mereka.
Namun,
kanker
kulit
juga
merupakan
satu
dari
sedikit
kanker
yang
terlihat
di
permukaan
kulit,
sehingga
kita
masih
bisa
melakukan
sesuatu
untuk
mengatasinya.
Jadi,
pada
stadium
awal
kanker
kulit,
tingkat
kesembuhannya
hampir
99%,
sekitar
97%.
Artinya,
jika
kita
dapat
menanganinya,
maka
jumlah
kematian
dapat
ditekan
hingga
hampir
nol.
Ini
berbeda
dengan
banyak
kanker
lainnya.
Jadi,
saya
sangat,
sangat
tertarik
untuk
memastikan
bahwa
kita
menerapkan
teknologi
ini
supaya
benar-benar
meningkatkan
kesembuhan
dari
kanker,”
ujar
Daly.

Di
lokasi
NHS
di
mana
DERM
digunakan,
teknologi
ini
mampu
mengurangi
jumlah
perjanjian
untuk
berkonsultasi
dengan
dokter
kulit
antara
60
dan
95
persen.
Dengan
begitu,
para
dokter
kulit
mempunyai
waktu
untuk
menangani
kasus
yang
lebih
serius.
DERM
secara
otomatis
dapat
menurunkan
hingga
40
persen
rujukan
kanker
kulit
yang
mendesak.

Saat
ini
kita
mungkin
sedang
dalam
cengkeraman
musim
dingin,
tetapi
sebentar
lagi
musim
panas
akan
tiba.
Seiring
tibanya
musim
panas,
datanglah
matahari.

DERM
dapat
menjadi
alat
penting
untuk
diagnosis
dini
kanker
dan
berpotensi
menyelamatkan
banyak
nyawa.

[ka/lt]

Source